Warga membuka keran saluran biogas kotoran sapi untuk bahan bakar kompor saat akan memasak di Dangean, Gedangan, Cepogo, Boyolali, Jawa Tengah, Kamis (30/6/2022). Pada kampung mandiri energi itu terdapat sembilan digester biogas kotoran sapi yang dimanfaatkan 15 rumah sebagai bahan bakar kompor biogas dan diolah menjadi energi listrik untuk penerangan jalan kampung.
REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengusulkan anggaran sebesar Rp 815,56 miliar dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027 untuk program kompor listrik. Program ini ditujukan untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor liquefied petroleum gas (LPG).
"Energi yang kami dorong ke depan tidak hanya tentang LPG, tetapi kompor listrik, CNG, dan macam-macam. Yang kami buat itu (kompor listrik) sebesar Rp 815,56 miliar," ujar Bahlil dalam rapat kerja dengan Komisi XII DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (15/6/2026).
Bahlil menjelaskan, program kompor listrik merupakan salah satu strategi pemerintah untuk menekan ketergantungan terhadap impor LPG yang selama ini masih cukup tinggi.
Dalam rangka menjalankan program tersebut, Bahlil meminta Komisi XII DPR RI yang membidangi sektor energi dan sumber daya mineral untuk mendata daerah-daerah yang membutuhkan kompor listrik.
"Supaya bisa kita melakukan kerja sama dan sinkronisasi," ujar Bahlil.
Selain program kompor listrik, Bahlil juga mengusulkan alokasi anggaran sebesar Rp 635,24 miliar dalam RAPBN 2027 untuk program konversi motor listrik.
Anggaran tersebut nantinya akan dikelola oleh Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (Ditjen EBTKE) Kementerian ESDM.
Kedua program tersebut merupakan program baru yang diusulkan dalam RAPBN 2027. Namun, alokasi anggaran yang diajukan masih dapat disesuaikan dengan ketersediaan anggaran pemerintah.
Wacana transisi dari kompor LPG ke kompor listrik sebelumnya pernah bergulir pada masa pemerintahan Presiden Joko Widodo.
sumber : ANTARA

9 hours ago
5

















































