Jakarta, CNBC Indonersia - Dua raja smartphone global, Apple dan Samsung, memantapkan posisinya sebagai penguasa industri sepanjang 2025. Menurut laporan TrendForce, Apple dan Samsung masing-masing memproduksi hampir 240 juta unit smartphone selama setahun kemarin.
Sebagai informasi, tingkat produksi tak serta-merta sama dengan tingkat penjualan. Namun, tingginya produksi bisa mencerminkan lonjakan permintaan pasar.
Bagi Apple, kinerja moncer ini menandai bangkitnya kejayaan raksasa Cupertino di industri smartphone setelah sempat terpuruk selama beberapa kuartal. Konflik geopolitik Amerika Serikat (AS) dan China, serta persaingan dengan pemain China seperti Huawei, sempat membuat posisi Apple terguncang.
Namun, seri iPhone 17 yang membawa perubahan signifikan dari segi desain dan inovasi, dinilai berhasil membawa Apple kembali ke posisi 'raja'. Bahkan, di China, desain iPhone 17 Pro 'Cosmic Orange' yang beda dari sebelumnya, digadang-gadang menjadi alasan ponsel tersebut laku keras, meski belum bisa memaksimalkan kemampuan Apple Intelligence di negara tersebut.
Khusus pada kuartal terakhir (Q4) 2025, produksi smartphone global tercatat naik 2,7% secara tahun-ke-tahun (YoY) dengan total produksi mencapai 377 juta unit ponsel.
TrendForce mencatat pasar smartphone di semester pertama 2025 diuntungkan program subsidi pemerintah China. Sebagai informasi, China merupakan pasar HP terbesar di dunia, sehingga kinerja di negara tersebut akan berpengaruh signifikan ke kinerja global.
Sementara itu, pasar smartphone di semester kedua 2025 didukung puncak musim libur yang membawa peningkatan produksi HP total secara global 2,5% YoY atau setara 1.254 miliar unit sepanjang 2025.
Dalam laporan TrendForce, Apple di posisi 'raja' tercatat memproduksi 239,8 juta unit iPhone sepanjang 2025. Produksi khusus untuk Q4 2025 sebanyak 87 juta unit atau naik 54% dibandingkan kuartal sebelumnya (QoQ) dan 9% dari tahun sebelumnya (YoY).
Samsung yang juga menjadi 'raja', sama-sama berhasil memproduksi 239,8 juta unit Galaxy sepanjang 2025. Khusus di Q4 2025, produksinya lebih kecil dari iPhone, yakni 58,2 juta unit. Angka itu tetap tumbuh positif 11% YoY, meski mencatat penurunan 7% QoQ.
HP China Tak Laku
Xiaomi di posisi ketiga memproduksi 169,8 juta unit smartphone sepanjang 2025. Untuk Q4 2025, perusahaan 'hanya' memproduksi 41,5 juta unit smartphone, turun 7% QoQ dan YoY.
Oppo berada di urutan keempat dengan total 143 juta smartphone yang diproduksi. Selama Q4 2025, Oppo hanya memproduksi 39,2 juta smartphone, turun 1% QoQ meski bertumbuh 7% YoY.
Vivo dan Transsion mencatat penurunan produksi yang cukup signifikan. Vivo di peringkat kelima memproduksi 102 juta unit smartphone sepanjang 2025. Untuk Q4 2025, Vivo hanya memproduksi 23,8 juta unit smartphone, anjlok 16% QoQ dan merosot 17% YoY.
Transsion di posisi keenam cuma memproduksi 98 juta unit smartphone sepanjang tahun lalu. Di Q4 2025, kinerjanya negatif, hanya memprodiksi 21,1 juta unit smartphone atau turun 28% QoQ dan minus 22% YoY.
Di posisi ketujuh dan kedelapan, ada Honor dan Lenovo yang bertengger. Masing-masing memproduksi 70,5 juta dan 61 juta smartphone secara berurutan sepanjang 2025.
Foto: Data produksi HP global 2025. (Dok. TrendForce)
Data produksi HP global 2025. (Dok. TrendForce)
Krisis 2026 Mengintai
Menghadapi 2026, produsen smartphone diprediksi akan mengalami guncangan. Hal ini ditengarai krisis chip memori global yang memicu kenaikan harga gila-gilaan.
TrendForce menuliskan ongkos produksi smartphone akan naik signifikan gara-gara kelangkaan di lapangan. Sebagai hasil, output smartphone global diproyeksi akan merosot setidaknya 10% YoY atau sekitar 1.135 miliar unit.
"Merek-merek smartphone akan menghadapi pilihan sulit antara menaikkan harga untuk mempertahankan margin keuntungan atau menurunkan spesifikasi untuk mempertahankan volume pengiriman, dengan segmen kelas bawah diperkirakan akan menanggung dampak terberatnya," tulis laporan TrendForce.
(fab/fab)
Addsource on Google

1 hour ago
1

















































