Bantuan dari Askrindo tiba di Flores.(Dok.Askrindo)
PT Asuransi Kredit Indonesia (Persero) atau Askrindo menyalurkan bantuan tanggap darurat bagi korban bencana alam gempa bumi yang menimpa wilayah Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) bertepatan dengan momen HUT Kemerdekaan RI ke-81.
Direktur Utama Askrindo M Fankar Umran menyatakan perusahaan memaknai kemerdekaan sebagai pijakan untuk menjalankan aksi solidaritas kemanusiaan nasional.
"Kami berkomitmen untuk terus mendampingi proses pemulihan hingga masyarakat Pulau Flores dapat bangkit kembali dengan semangat kemerdekaan yang tangguh," kata Fankar dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (17/8).
Penyerahan bantuan tanggap darurat diserahkan kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Provinsi Nusa Tenggara Timur. Askrindo menyediakan bantuan kebutuhan dasar bagi pengungsi berupa obat-obatan, bahan dasar pangan, perlengkapan logistik sanitasi dasar, serta perlengkapan bayi.
Fankar menyatakan perusahaan berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya sebagai institusi bisnis, tetapi juga sebagai mitra yang berperan aktif dalam mendukung pemulihan sosial, pembangunan sumber daya manusia, dan ketahanan masyarakat di berbagai daerah di Indonesia.
"Askrindo akan terus berkoordinasi secara intensif dengan BNPB Provinsi NTT guna memastikan seluruh bantuan dapat tersalurkan secara aman, cepat, dan tepat sasaran," tuturnya.
Sementara itu, BNPB melaporkan infrastruktur terdampak gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 di NTT berangsur pulih. Dalam konferensi pers yang diikuti secara daring di Jakarta, Senin, (17/8), Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan menuturkan kondisi kelistrikan di wilayah Flores Barat dan Flores Timur yang bersumber dari 11 trafo terdampak kini telah 100% beroperasi kembali dengan baik.
Akses jalan-jalan di NTT secara umum saat ini juga sudah dapat dilewati, meskipun masih secara terbatas. Di sektor pencarian dan penyelamatan, ungkap Berton, Tim Gabungan dari Basarnas dan kementerian/lembaga terkait masih terus bersiaga di tujuh kabupaten terdampak. (Ant/E-2)














































