Donald Trump Ancam Bombardir Oman Jika Coba Halangi Urusan AS dengan Iran

4 hours ago 5
Donald Trump Ancam Bombardir Oman Jika Coba Halangi Urusan AS dengan Iran Presiden AS Donald Trump(AFP)

PRESIDEN Amerika Serikat, Donald Trump, melontarkan ancaman kontroversial dengan menyatakan akan membom Oman jika negara tersebut "menghalangi" jalur perundingan langsung AS dengan Iran.

Berdasarkan laporan Fox News , ancaman tersebut disampaikan oleh Presiden AS melalui sambungan telepon pada hari Senin. Dalam wawancara yang sama, Trump juga mengeklaim bahwa Washington memiliki saluran komunikasi belakang ( backchannel ) langsung dengan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC).

Pihak IRGC dengan cepat membantah klaim keterlibatan mereka dalam perundingan tersebut. Namun, para pejabat Iran pada hari Senin mengonfirmasi bahwa mereka sudah semakin dekat untuk merampungkan kesepakatan terkait jalur pelayaran di Selat Hormuz.

Tenggat waktu Memorandum of Understanding (MoU) berdurasi 60 hari sendiri resmi berakhir pada hari Senin ini. MoU tersebut sebelumnya merupakan komitmen tertulis antara AS dan Iran untuk melanjutkan negosiasi demi mencapai kesepakatan final.

Oman, yang mendeklarasikan dirinya sebagai negara netral dalam konflik ini, telah mengalami sejumlah serangan dari Iran sejak perang meletus. Kendati demikian, Oman ikut mengambil peran mediasi untuk membantu merundingkan pembukaan kembali Selat Hormuz.

Semenjak AS dan Israel melancarkan serangan ke Iran pada bulan Februari lalu, Teheran secara masif menutup jalur perairan vital tersebut, tempat di mana sekitar seperlima pasokan minyak dan gas alam cair dunia biasanya melintas. Upaya membuka kembali jalur ini menjadi agenda utama pembahasan.

Washington terus menempuh jalurnya sendiri untuk memastikan pelayaran kembali normal. Koresponden Fox News , Trey Yingst, mengutip pernyataan keras Trump yang mengatakan, "Jika Oman menghalangi, kami akan membom keparat mereka ( kami akan mengebom mereka )."

Sementara itu, juru bicara IRGC dengan tegas menjelaskan klaim Trump mengenai adanya negosiasi rahasia dengan pihak elit militer Iran tersebut.

Seorang juru bicara menyampaikan kepada kantor berita semi-resmi Iran, Tasnim News : "Tidak ada pembicaraan yang berlangsung antara pejabat IRGC dan pihak Amerika, dan cuplikan oleh Trump ini hanyalah fantasi yang disebabkan oleh delusi dan mimpi buruk yang ia derita sebagai akibat dari kekalahan dan keputusasaan dalam perang."

Ancaman Trump terhadap Oman muncul tak lama setelah Iran mengumumkan pada Senin bahwa kedua belah pihak telah mencapai kesepakatan terkait peta rute transit pelayaran.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, mengungkapkan kepada para wartawan di Teheran bahwa "sebuah kesepahaman telah dicapai mengenai peta rute transit." Dalam pernyataannya yang dilaporkan oleh mitra AS BBC , CBS News , Baghaei menyebutkan bahwa pihak kedua akan memfinalisasi rincian sebelum merilis pernyataan bersama. Oman sebelumnya sempat memutuskan pembicaraan ini berlangsung positif.

Awal bulan ini, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa pembukaan penuh Selat Hormuz bergantung pada kompensasi yang diterima Iran dari AS atas apa yang disebut Teheran sebagai pelanggaran terhadap MoU.

Seorang pejabat Iran sebelumnya melaporkan bahwa Teheran sempat menuntut biaya sebesar 5% hingga 7% dari harga kargo bagi kapal-kapal yang melintasi selat tersebut.

(BBC/P-4)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |