Teleskop JWST Temukan Bintang yang 100 Miliar Kali Lebih Terang

6 hours ago 8
Teleskop JWST Temukan Bintang yang 100 Miliar Kali Lebih Terang Ilutrasi objek merah misterius di alam semesta awal yang tampak seperti bintang raksasa(Magnific)

TELESKOP Luar Angkasa James Webb (JWST) menemukan objek merah misterius di alam semesta awal yang tampak seperti bintang raksasa, tetapi terangnya jauh melampaui kemampuan bintang biasa.

Objek tersebut diperkirakan memiliki lubang hitam dengan massa sekitar 100.000 kali Matahari yang dikelilingi selubung gas hidrogen sangat padat. Para astronom menjulukinya Black hole star atau bintang lubang hitam.

Dilansir dari Science Daily, temuan ini berasal dari pengamatan JWST terhadap alam semesta yang usianya baru beberapa ratus juta tahun setelah Big Bang.  Sekilas, objek yang diberi nama MoM-BH-1 terlihat seperti sebuah bintang berukuran luar biasa besar. Namun, ada satu hal yang membuat para ilmuwan curiga: kecerlangannya.

Menurut Massachusetts Institute of Technology (MIT), objek ini menghasilkan energi sekitar 100 miliar kali lebih besar dibandingkan bintang mana pun yang diketahui mampu dihasilkan melalui proses fusi nuklir. Karena itu, sumber energinya kemungkinan bukan berasal dari mekanisme yang membuat bintang biasa bersinar.

Peneliti utama Rohan Naidu dari MIT memperkirakan terdapat lubang hitam di pusat objek tersebut dengan massa sekitar 100.000 kali massa Matahari.

Lubang hitam itu kemudian diperkirakan dikelilingi selubung hidrogen yang sangat luas dan padat, bahkan ukurannya dapat mencapai skala tata surya.

Selain itu, objek tersebut ditemukan ketika tim peneliti menggunakan JWST dalam survei Mirage or Miracle (MoM). Awalnya, mereka ingin mencari galaksi-galaksi yang terbentuk pada masa paling awal sejarah alam semesta.

Namun, pengamatan justru menemukan sebuah sumber cahaya yang tampak sangat merah sekaligus sangat terang. Kondisi ini membuat objek tersebut berbeda dari galaksi awal yang biasanya diamati.

Warna merah sebenarnya bisa muncul karena cahaya objek tertutup debu. Akan tetapi, karakteristik spektrumnya menunjukkan pola yang tidak sepenuhnya cocok dengan penjelasan tersebut.

Salah satu petunjuk penting adalah fenomena yang disebut Balmer break, yakni penurunan cahaya secara tajam pada panjang gelombang tertentu. Para peneliti menyebut pola yang terlihat pada objek ini sebagai salah satu yang paling ekstrem yang pernah diamati.

Untuk mengetahui asal-usul cahaya tersebut, peneliti membuat berbagai simulasi. Hasilnya menunjukkan bahwa objek tersebut dapat memiliki lapisan hidrogen yang sangat padat sehingga dari kejauhan tampak menyerupai permukaan sebuah bintang raksasa.

Menariknya, cahaya objek itu hampir tidak menunjukkan keberadaan unsur berat. Spektrumnya terutama menunjukkan hidrogen dan helium. Kondisi ini sesuai dengan gambaran alam semesta yang masih sangat muda, ketika unsur-unsur berat belum sebanyak sekarang.

Penemuan MoM-BH-1 juga berpotensi membantu menjawab salah satu teka-teki yang muncul sejak JWST mulai mengamati alam semesta jauh.

Dalam banyak gambar JWST, astronom menemukan objek-objek kecil berwarna merah yang dikenal sebagai “little red dots”. Benda-benda tersebut banyak ditemukan di alam semesta awal, tetapi hampir tidak terlihat pada alam semesta saat ini. Sifat sebenarnya masih menjadi bahan perdebatan di kalangan astronom. Tim peneliti menduga sebagian dari titik merah tersebut mungkin memiliki struktur serupa, yakni lubang hitam yang diselimuti gas padat. (H-4)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |