Benarkah Mimpi Jadi Pertanda Sesuatu? Neurolog Ungkap Faktanya 

2 hours ago 8

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Mimpi menjadi salah satu fenomena tidur yang hingga kini masih menyimpan banyak misteri. Seseorang bisa mengalami mimpi yang terasa indah dan menenangkan, tetapi pada malam lain justru terbangun karena mimpi buruk.

Tidak hanya itu, hingga saat ini masih banyak yang sering mengaitkan mimpi dengan pertanda sesuatu di masa depan. Merespons hal ini, dokter spesialis saraf atau neurologi Dr Sudhir Kumar, menegaskan tidak ada bukti ilmiah yang meyakinkan bahwa mimpi memberikan akses supernatural terhadap kejadian di masa depan.

Ia menjelaskan bahwa otak manusia menghasilkan begitu banyak mimpi. Dari jumlah tersebut, manusia cenderung mengingat kebetulan yang terasa luar biasa, sementara melupakan banyak mimpi yang tidak pernah memiliki kaitan dengan kejadian apa pun.

"Karena itu, sebuah kebetulan yang terasa sangat luar biasa belum dapat dijadikan bukti adanya precognition atau kemampuan mengetahui kejadian sebelum terjadi," kata Dr Kumar dilansir laman Hindustan Times, Senin (17/8/2026).

Ia kemudian mengungkap alasan mengapa mimpi sering kali sulit diingat secara detail. Menurut dia, melupakan sebagian besar mimpi juga merupakan hal yang wajar. Ingatan terhadap mimpi sangat mudah menghilang karena otak perlu melakukan beberapa proses agar pengalaman tersebut dapat tersimpan dan kemudian diingat kembali.

Jika seseorang terbangun secara tiba-tiba, segera beralih melakukan aktivitas lain, atau tidak memberikan perhatian pada mimpinya, sebagian besar detail mimpi dapat menghilang hanya dalam hitungan menit. "Kemampuan mengingat mimpi juga berbeda secara alami pada setiap orang," kata dia.

Lalu mengapa mimpi bisa menyenangkan atau menakutkan? Menurut Dr Kumar, isi mimpi sering kali berkaitan dengan ingatan, emosi, kekhawatiran, serta pengalaman yang dialami seseorang. Hal itu dapat menjelaskan mengapa sebuah mimpi terasa menenangkan dan menyenangkan, sementara mimpi lainnya justru menghadirkan situasi yang mengancam atau menakutkan.

Salah satu teori yang berpengaruh menyebutkan bahwa bermimpi mungkin membantu otak memproses pengalaman emosional. Mimpi juga diduga dapat menjadi simulasi terhadap situasi yang mengancam dalam lingkungan yang aman.

Menurut Dr Kumar, pikiran sebelum tidur dapat memengaruhi mimpi. Meski seseorang tidak dapat secara sadar menentukan seluruh isi mimpinya, pikiran dan emosi sebelum tidur dapat memengaruhi tema yang muncul. Memikirkan seseorang, masalah, atau topik tertentu sebelum tidur dapat membuat hal tersebut muncul dalam mimpi.

Ia menyebut penelitian eksperimental mengenai targeted dream incubation. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa isyarat yang diberikan di sekitar waktu seseorang mulai tertidur dapat memengaruhi tema mimpi berikutnya.

"Namun, ini tidak berarti Anda dapat memerintahkan otaknya untuk bermimpi persis seperti yang diinginkan. Anda mungkin dapat memengaruhi tema mimpi, tetapi belum dapat menentukan secara pasti jalan cerita mimpinya," kata Kumar.

Menurut dia, terkadang seseorang juga bisa mengendalikan mimpinya. Kemampuan menyadari bahwa seseorang sedang bermimpi ketika mimpi tersebut masih berlangsung disebut lucid dreaming atau mimpi sadar.

"Dalam kondisi tersebut, seseorang mengetahui bahwa pengalaman yang sedang dialaminya merupakan mimpi. Dengan latihan dan teknik kognitif tertentu, kemungkinan mengalami mimpi sadar dapat ditingkatkan. Namun, teknik tersebut tidak selalu berhasil pada setiap orang," jelas Dr Kumar.

Ia menambahkan bahwa tidak ada cara yang dapat menjamin seseorang mendapatkan mimpi indah setiap malam. Meski demikian, seseorang mungkin dapat memengaruhi pengalaman bermimpi secara tidak langsung.

Bagi mereka yang mengalami mimpi buruk berulang, mengurangi stres, mengatasi kecemasan dan masalah terkait mimpi buruk, serta menjaga kebiasaan tidur yang baik dapat membantu.  "Teknik imagery rehearsal yang dapat membantu sebagian orang dengan mimpi buruk berulang," kata dia. 

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |