Berebut Gunungan di Grebeg Syawal Solo, Tradisi Turun-Temurun yang Tetap Hidup

3 hours ago 2

Warga berebut gunungan saat perayaan Tradisi Grebeg Syawal di Keraton Kasunanan, Solo, Jawa Tengah, Ahad (22/3/2026). Tradisi yang digelar turun temurun dari zaman Sultan Agung Kerajaan Mataram Islam tersebut dalam rangka perayaan Idul Fitri 1447 H sekaligus menjadi daya tarik kunjungan wisata di saat Lebaran di Kota Solo. (FOTO : ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha)

Abdi dalem membawa gunungan saat perayaan Tradisi Grebeg Syawal di Keraton Kasunanan, Solo, Jawa Tengah, Ahad (22/3/2026). Tradisi yang digelar turun temurun dari zaman Sultan Agung Kerajaan Mataram Islam tersebut dalam rangka perayaan Idul Fitri 1447 H sekaligus menjadi daya tarik kunjungan wisata di saat Lebaran di Kota Solo. (FOTO : ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha)

Abdi dalem membawa gunungan saat perayaan Tradisi Grebeg Syawal di Keraton Kasunanan, Solo, Jawa Tengah, Ahad (22/3/2026). Tradisi yang digelar turun temurun dari zaman Sultan Agung Kerajaan Mataram Islam tersebut dalam rangka perayaan Idul Fitri 1447 H sekaligus menjadi daya tarik kunjungan wisata di saat Lebaran di Kota Solo. (FOTO : ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha)

inline

REPUBLIKA.CO.ID, MALUKU UTARA -- Warga beserta sepeda motornya diangkut dengan perahu kayu bermotor untuk menyeberang ke Tidore di Pelabuhan Bastiong Ternate, Maluku Utara, Ahad (22/3/2026).

Pada hari kedua Idul Fitri 1447 Hijriah, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Ternate menyiapkan 12 unit perahu kayu bermotor selama 24 jam untuk pelayaran rute Ternate-Tidore bagi masyarakat yang ingin bersilaturahim dengan keluarganya.

sumber : Antara Foto

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |