Serangan Dahsyat Iran ke Dimona dan Arad Sisakan Pertanyaan Besar Menyakitkan Bagi Publik Israel

11 hours ago 3

Kerusakan akibat serangan balasan Iran ke Kota Dimona, lokasi fasilitas nuklir Israel, Sabtu (21/3/2026) malam

REPUBLIKA.CO.ID, TEL AVIV— Dalam analisis terhadap situasi di Israel, peneliti dan analis politik Imad Abu Awad mengatakan bahwa berlanjutnya serangan Iran melemahkan narasi resmi Israel mengenai melemahnya kemampuan Teheran.

“Hal itu akan semakin memperburuk ketidakmampuan Israel untuk meyakinkan publik bahwa mereka telah menimbulkan kerusakan besar pada rezim Iran dan bahwa Iran tidak memiliki banyak rudal balistik yang tersisa," kata dia dikutip dari Aljazeera, Ahad (22/3/2026).

Dia menambahkan kepada Aljazeera perpanjangan perang dan meningkatnya biayanya akan membuat pemerintahan Netanyahu tidak mampu mempromosikan bahkan pencapaian taktis yang diraih pada awal perang.

Mengenai dampak pidato Perdana Menteri Israel yang mengacu pada sejarah dan agama, Abu Awad menjelaskan pidato tersebut mungkin berhasil dalam jangka pendek yang mungkin bertahan selama beberapa pekan atau mungkin beberapa bulan di tengah keyakinan yang semakin kuat di kalangan masyarakat Israel akan perlunya menyelesaikan konfrontasi saat ini.

Dia mencatat keyakinan ini telah mengakar tidak hanya pada Netanyahu tetapi juga pada seluruh Israel, termasuk oposisi yang tak kalah ekstrem pada tahap ini.

“Suasana umum cenderung mengakhiri ancaman secara tuntas untuk mencegah terulangnya di masa depan,” ujar dia.

Namun demikian, Abu Awad menyoroti adanya pertanyaan mendasar yang belum terjawab oleh Israel hingga saat ini, yaitu sejauh mana kemampuannya menanggung biaya perang jangka panjang.

Dia mengatakan, kelanjutan serangan Iran dengan intensitas seperti ini berarti semakin banyak infrastruktur yang hancur, semakin banyak korban luka dan tewas, kemunduran ekonomi, serta terganggunya kehidupan di Israel.

“Skenario ini tidak pernah diperkirakan oleh pemerintah Israel, dan hingga saat ini mereka belum memiliki jawaban yang jelas untuk menghadapinya," ujar dia.

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |