Serangan ke Diego Garcia, Rudal Iran atau False Flag Israel?

6 hours ago 5

REPUBLIKA.CO.ID, TEL AVIV – Pangkalan militer gabungan AS-Inggris di Pulau Diego Garcia di Samudera India dilaporkan jadi target serangan misil. Israel mengeklaim rudal itu ditembakkan Iran sementara Teheran menyangkal tudingan tersebut 

Upaya menargetkan pangkalan militer gabungan Diego Garcia dengan rudal balistik dilaporkan terjadi antara Kamis malam hingga Jumat pagi, menurut media AS. The Wall Street Journal dan CNN melaporkan bahwa salah satu rudal tersebut gagal di tengah penerbangan sementara yang lainnya terkena pencegat AS yang ditembakkan dari kapal perang. 

Peristiwa ini terjadi hanya beberapa jam sebelum para menteri Inggris berkumpul di London untuk membahas perang Iran. Pada pertemuan tersebut, Inggris setuju untuk membiarkan AS menggunakan pangkalan militernya untuk pertahanan diri kolektif, seperti menyerang lokasi rudal Iran yang digunakan dalam serangan terhadap kapal-kapal di Selat Hormuz. 

Pejabat Inggris tidak memberikan rincian apapun mengenai upaya serangan Diego Garcia. Pentagon, markas Kementerian Perang AS, juga belum mengeluarkan pernyataan resmi soal rudal ke Diego Garcia berjam-jam setelah serangan.

Pernyataan bahwa Iran yang melakukan serangan mulanya secara resmi keluar dari Panglima militer Israel, Eyal Zamir. Ia mengklaim bahwa Iran menggunakan “rudal balistik antarbenua dua tahap dengan jangkauan 4.000 km” untuk menargetkan pangkalan AS-Inggris di ⁠Diego Garcia. Dalam sebuah pernyataan video, Zamir mengatakan: "Rudal-rudal ini tidak dimaksudkan untuk menyerang Israel. Jangkauannya mencapai ibu kota Eropa. Berlin, Paris dan Roma semuanya berada dalam jangkauan ancaman langsung.”

Sementara Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menggunakan alasan serangan ke Diego Garcia untuk mengajak seluruh pemimpin dunia memerangi Iran.

"Mereka menembakkan rudal balistik antarbenua ke arah Diego Garcia. Jaraknya 4.000 kilometer. Saya sudah memperingatkan, mereka sekarang punya kapasitas untuk menjangkau jauh ke Eropa," katanya saat mengunjungi lokasi serangan Iran di Israel. “Mereka telah menyerang negara-negara Eropa – Siprus. Mereka menempatkan semua orang dalam jangkauan mereka.”

Seorang pejabat senior Iran mengatakan kepada Aljazirah bahwa Teheran tidak bertanggung jawab atas peluncuran rudal tersebut. 

Awal bulan ini dalam sebuah wawancara dengan stasiun televisi AS NBC, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menolak pernyataan Presiden AS Donald Trump bahwa Teheran telah mengembangkan rudal yang mampu mencapai wilayah AS. 

“Anda tahu, kami mempunyai kemampuan untuk memproduksi rudal, namun kami sengaja membatasi jangkauan kami di bawah 2.000 km karena kami tidak ingin dianggap sebagai ancaman oleh siapapun di dunia,” kata Araghchi pada 8 Maret.

Sebaliknya. Israel yang diketahui memiliki kemampuan tersebut. Entitas Zionis itu diketahui memiliki Jericho 3, rudal balistik jarak menengah (IRBM) tiga tahap atau rudal balistik antarbenua (ICBM) berbahan bakar padat dan mulai selesai diproduksi sekitar tahun 2011. Rudal ini dirancang untuk pengiriman nuklir dengan jangkauan 4.800–6.500 km, mampu menyerang sasaran di seluruh Timur Tengah, Eropa, Asia, dan Afrika.

Jarak Israel ke Diego Garcia adalah 4.500 sampai 5.000 km. Artinya, pulau itu bisa dijangkau Jericho 3 dari Israel.

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |