Bersegera dalam Kebaikan

2 hours ago 5

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dalam kehidupan yang serba cepat ini, manusia sering kali lalai dalam menangkap peluang kebaikan yang ada. Padahal, Islam mengajarkan umatnya untuk bersegera dalam melakukan kebaikan dan tidak menunda amal saleh. Allah SWT berfirman, “Berlomba-lombalah kalian dalam kebaikan” (QS al-Baqarah: 148).

Setiap orang memiliki kesempatan dan peluang yang sama untuk melakukan kebaikan, untuk diri sendiri maupun orang lain. Namun, pada hakikatnya balasan atas setiap kebaikan yang kita lakukan akan kembali kepada kita, di dunia maupun akhirat kelak (QS al-Isra: 7).

Rasulullah SAW bersabda, “Bersegeralah melakukan amalan saleh sebelum datang fitnah (musibah) seperti potongan malam yang gelap. Yaitu, seseorang pada waktu pagi dalam keadaan beriman dan pada sore hari dalam keadaan kafir. Ada pula yang sore hari dalam keadaan beriman dan pada pagi hari dalam keadaan kafir. Ia menjual agamanya karena sedikit dari keuntungan dunia” (HR Muslim).

Komitmen untuk melakukan kebaikan bisa dimulai dengan memperbaiki niat. Niat yang baik akan senantiasa mengantarkan seseorang berada dalam jalur kebaikan.

Seorang ulama bernama Ahmad bin Hanbal pernah mengatakan, “Berniatlah untuk melakukan kebaikan karena sesungguhnya engkau akan senantiasa berada dalam kebaikan selama meniatkan diri untuk melakukan kebaikan.”

Sebenarnya, kebaikan dapat dimaknai sebagai ibadah dalam makna yang luas, yakni segala sesuatu yang dicintai dan diridhai oleh Allah. Itu dapat berupa perkataan maupun perbuatan, yang tampak (zahir) maupun yang tidak terlihat (bathin).

Dengan demikian, peluang-peluang untuk melakukan kebaikan sangat terbuka lebar. Setidaknya, kebaikan tersebut dapat dikelompokkan menjadi beberapa bagian.

Pertama, dari segi bentuknya kebaikan ada yang berupa perkataan (qauli) dan perbuatan (fi’li). Contoh kebaikan dalam bentuk perkataan adalah berzikir kepada Allah, membaca Alquran, berkata yang baik, dan lain sebagainya. Adapun dalam bentuk perbuatan bisa berupa shalat, puasa, zakat, sedekah, menolong orang yang membutuhkan, dan lain sebagainya.

Kedua, dari segi sifatnya. Kebaikan ada yang bersifat tampak (zahir) dan ada pula yang tidak tampak (bathin).

sumber : Hikmah Republika oleh Muhammad Rajab

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |