BI Gandeng Bank Central China Perkuat Stabilitas Ekonomi

3 hours ago 1

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Duta Besar China untuk Indonesia Wang Lutong menyatakan kemajuan kerja sama antara Bank Indonesia (BI) dan Bank Sentral China (People's Bank of China/PBOC) berkontribusi positif dalam memajukan ekonomi serta menjaga stabilitas keuangan kedua negara.

"Kerja sama keuangan antara China dan Indonesia terus mengalami pendalaman dan telah membuahkan hasil yang signifikan. Kerja sama keuangan berkontribusi positif dalam mendorong kemakmuran ekonomi dan menjaga stabilitas keuangan," kata Dubes Wang dalam keterangan tertulis Kedutaan Besar China di Jakarta, yang dikonfirmasi pada Jumat (12/6/2026) lalu.

Ia mengatakan penguatan kerja sama tersebut terjalin melalui Pertemuan Gubernur Bank Sentral Indonesia-China dalam Program Kerja Bersama (Joint Working Program/JWP) pada Kamis (11/6/2026), yang berhasil mencapai empat kesepakatan.

Kesepakatan tersebut meliputi nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) pembentukan Renminbi Clearing Arrangement serta MoU trilateral antara PBOC, BI, dan Otoritas Moneter Hong Kong (HKMA) terkait transaksi mata uang lokal (local currency transaction/LCT).

Selain itu, kedua bank sentral menyepakati adopsi sistem pembayaran berbasis kode QR lintas batas China-Indonesia yang implementasinya telah diluncurkan baru-baru ini.

Kerja sama lainnya meliputi keikutsertaan Bank Mandiri sebagai partisipan langsung dalam Cross-Border Interbank Payment System (CIPS), yang merupakan infrastruktur pembayaran internasional berbasis renminbi yang beroperasi di bawah naungan PBOC.

Menurut Dubes Wang, penguatan kerja sama sektor keuangan tersebut selaras dengan tren positif perdagangan antara Indonesia dan China.

Mengutip data pemerintah Indonesia, ia menyampaikan investasi langsung China ke Indonesia pada 2025 mencapai 7,5 miliar dolar AS. "Sementara menurut statistik pihak China, nilai perdagangan bilateral pada 2025 mencapai rekor 167,49 miliar dolar AS, untuk pertama kalinya melampaui 150 miliar dolar AS," ujar Dubes China.

Kemitraan yang terjalin selama ini menjadikan China sebagai mitra dagang terbesar Indonesia selama 13 tahun berturut-turut serta masuk tiga besar sumber investasi asing langsung di Indonesia selama 10 tahun berturut-turut, kata Dubes China.

"China dan Indonesia terus memperdalam kerja sama di bidang keuangan, yang akan semakin memperkuat kemudahan perdagangan dan investasi bilateral," kata Wang.

Dengan demikian, diharapkan perdagangan dan investasi kedua negara dapat terus bertumbuh, serta kerja sama rantai industri dan rantai pasok yang dibangun bersama menjadi semakin kuat.

Ia juga optimistis kerja sama Indonesia-China akan semakin meluas ke sektor-sektor strategis yang berkembang saat ini, antara lain ekonomi digital, kecerdasan artifisial (artificial intelligence/AI), dan kendaraan listrik.

sumber : Antara

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |