Jakarta, CNN Indonesia --
Sebuah akun media sosial berbahasa Italia yang khusus membahas soal balapan MotoGP memperhatikan geliat Veda Ega Pratama dalam Moto3 Thailand 2026.
Veda tidak sampai naik podium pada seri pembuka Moto3 musim ini, tapi capaian alumni Astra Honda Racing School ini sudah cukup membuatnya jadi buah bibir.
Salah satu yang turut memperbincangkan Veda adalah akun media sosial @Warmuppersofficial. Sebuah unggahan pada Senin (2/3) secara khusus mengulas Veda dengan judul 'Dari Mana asal Veda Pratama?'.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam deretan salindia atau slide, @Warmuppersofficial memberi informasi-informasi singkat soal Veda. Seperti soal hasil Veda di Moto3 Thailand 2026, serta biodata singkat pembalap asal Wonosari, Gunungkidul, DI Yogyakarta.
Rasa keingintahuan soal daya saing Ega juga ditunjukkan dalam salindia terakhir.
"Pratama menghidupkan kembali tradisi pembalap Asia di Kejuaraan Dunia MotoGP. Kami penasaran melihat apa yang bisa dia lakukan musim ini," tulis @Warmuppersofficial.
Sementara dalam takarir, akun tersebut menyinggung kemampuan Veda bersaing dengan pembalap-pembalap berpengalaman yang mengisi posisi terdepan dalam balapan akhir pekan lalu.
"Di antara para rookie tahun lalu [Quiles, Carpe, dan Perrone) dan para rookie baru yang lebih banyak dibicarakan [Morelli, Uriarte, atau Danish], namanya luput dari perhatian."
"Namun kemarin, Veda Pratama, yang melakukan debut di kejuaraan dunia, langsung menunjukkan kemampuan: start sprint untuk segera bergabung dengan kelompok yang mengejar duo terdepan, kecepatan, daya tahan, dan kemampuan balap yang mumpuni," tulis @Warmuppersofficial.
Dalam pembahasan lanjutan, akun tersebut juga mengapresiasi prestasi-prestasi Veda di tingkat junior sebelum bersaing di Moto3.
"Pratama mengejutkan, tetapi melihat rekam jejaknya, tidak banyak yang perlu diherankan: orang ini memberikan performa terbaiknya. Dan kami berharap dia mendapatkan banyak kebahagiaan di tahun 2026 yang panas ini," tulis akun tersebut.
Veda juga dianggap sebagai regenerasi pembalap Asia Tenggara setelah Hafizh Syahrin, Mario Aji, dan Somkiat Chantra.
(nva/jal)

3 hours ago
1

















































