Bos Danantara Sumringah Jelang Groundbreaking 6 Proyek Hilirisasi

2 hours ago 1

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani mengatakan enam proyek hilirisasi akan mulai peletakan batu pertama atau groundbreaking pada Februari 2026. Rosan menyebut keenam proyek tersebut meliputi hiliriasi Bauksit, Alumunium, Bioavtur, Kilang, hingga Proyek Budidaya Unggas.

"Makanya tadi saya sempat menyinggung di Kalimantan Barat itu investasinya kurang lebih 2,8 miliar dolar AS," ujar Rosan saat konferensi pers capaian realisasi investasi kuartal IV 2025 di kantor Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Jakarta, Kamis (15/1/2026).

Selain Kalimantan, Rosan mengatakan proyek hilirisasi bioavtur akan dilakukan di Cilacap dan Banyuwangi. Kemudian, lima proyek hilirisasi peternakan di lima daerah dari total target 13 lokasi. 

"Kita lihat yang sudah selesai feasibility study dan sudah bagus itu ada lima. Detailnya nanti kita akan bisa berikan lebih lanjut," ucap pria yang juga menjabat sebagai Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) tersebut. 

Rosan menyampaikan realisasi investasi di sektor hilirisasi terus mengalami tren yang menggembirakan. Rosan menyebut realisasi investasi hilirisasi berkontribusi 30,2 persen dari total capaian realisasi investasi 2025 sebesar Rp1.931,2 triliun. 

"Kalau dulu saya masih ingat realisasi investasi dari hilirisasi itu 25 persen, sekarang sudah di level lebih dari 30 persen," lanjut Rosan. 

Ia mengatakan realisasi investasi hilirisasi pun tak hanya bertumpu pada sektor mineral. Rosan menyebut sektor-sektor perkebunan, kelautan, dan perikanan kini telah menjadi tujuan investasi hilirisasi. 

"Dulu mungkin kelautan, perikanan hampir tidak ada. Sekarang sudah masuk, sudah ada ikan tuna, cikalang, tongkol juga sudah mulai berjalan," ucapnya. 

Rosan mendorong investasi hilirisasi tidak hanya terkonsentrasi di sektor mineral, tetapi juga bisa meluas ke sektor-sektor lainnya, terutama ke sektor-sektor perkebunan yang menciptakan lapang pekerjaan itu lebih banyak. Rosan mengatakan nilai investasi hilirisasi di sektor mineral memang tinggi, namun tidak berbanding lurus dengan penciptaan lapangan kerja. 

"Kalau kita bandingkan dengan misalnya hilirisasi di bidang perkebunan, mungkin jumlahnya tidak besar, tapi penciptaan lapang pekerjaannya itu nampaknya jauh lebih besar," kata Rosan. 

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |