REPUBLIKA.CO.ID, RIO DE JANEIRO — Pemerintah Brasil memperluas pembiayaan hijau untuk mendorong industri rendah karbon dan perlindungan hutan Amazon. Langkah itu dilakukan melalui perluasan program Eco Invest di tengah meningkatnya tekanan politik terhadap kebijakan lingkungan negara tersebut.
Pemerintah Brasil menyiapkan pendanaan hingga 50 miliar real Brasil atau sekitar Rp160 triliun untuk membiayai industri hijau, teknologi rendah karbon, serta perlindungan kawasan Amazon.
Program tersebut merupakan pengembangan skema pembiayaan hijau Eco Invest yang sebelumnya diperkenalkan saat Pertemuan Perubahan Iklim PBB (COP30), ketika Brasil menjadi tuan rumah forum iklim tahunan itu.
Dalam pengumuman terbaru, pemerintah Brasil mengalokasikan tambahan dana 3,1 miliar real Brasil atau sekitar 617,5 juta dolar AS guna mendukung investasi ekologis di Amazon. Dana itu akan digunakan untuk pengembangan bioekonomi, pariwisata berkelanjutan, hingga pembangunan infrastruktur yang tetap menjaga kelestarian hutan.
Kementerian Lingkungan Hidup Brasil menyatakan skema pembiayaan dilakukan melalui pendekatan blended finance. Pemerintah memberikan pinjaman berbunga rendah kepada perbankan dengan bunga tahunan 1 persen, sementara bank diwajibkan menghimpun investasi swasta minimal empat kali lipat dari dana publik tersebut.
Hingga saat ini, program Eco Invest telah menghimpun sekitar 140 miliar real Brasil atau setara 28 miliar dolar AS dari kombinasi pembiayaan publik dan swasta.
Sekretaris Nasional Bioekonomi Kementerian Lingkungan Hidup dan Perubahan Iklim Brasil, Carina Pimenta, mengatakan, pembiayaan itu dapat digunakan untuk mendukung koperasi produk khas Amazon seperti acai dan kacang Brazil, termasuk pembangunan infrastruktur wisata di kawasan konservasi.
Amazon merupakan hutan hujan tropis terbesar di dunia dan memegang peran penting dalam menjaga stabilitas iklim global. Brasil menguasai lebih dari 60 persen wilayah hutan tersebut, yang sebagian besar berada di negara bagian termiskin di negara itu.
Namun, investasi di kawasan Amazon selama ini dinilai memiliki risiko tinggi dan biaya besar. Karena itu, pemerintahan Presiden Luiz Inacio Lula da Silva meluncurkan Eco Invest sejak 2024 untuk menekan risiko investasi melalui berbagai skema jaminan pembiayaan.

1 hour ago
2

















































