Mahasiswa UNM Lolos Pendanaan PKM Nasional, Angkat Isu Transportasi Ramah Disabilitas

2 hours ago 3

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Mahasiswa Universitas Nusa Mandiri (UNM) membuat inovasi berbasis isu sosial dan kemanusiaan. Tim kolaborasi mahasiswa UNM yang tergabung dalam “Tim DISABI” sukses meraih pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) skema Video Gagasan Konstruktif (PKM-VGK) yang diselenggarakan Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa).

Sebagai Kampus Digital Bisnis, UNM terus mendorong mahasiswa untuk menghadirkan inovasi yang tidak hanya kreatif dan adaptif terhadap perkembangan teknologi, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Keberhasilan Tim DISABI diraih melalui proposal berjudul Pengembangan Model Smart Accessibility pada Sistem Transportasi Publik Inklusif untuk Optimalisasi Mobilitas Penyandang Disabilitas.

Dalam proposal tersebut, tim menghadirkan konsep transportasi publik yang lebih inklusif, modern, dan terintegrasi guna mendukung kemudahan mobilitas penyandang disabilitas di ruang publik.

Melalui skema PKM-VGK, tim memvisualisasikan gagasan konstruktif mengenai sistem transportasi umum berbasis smart accessibility yang dirancang agar lebih ramah terhadap kelompok disabilitas. Isu aksesibilitas dipilih sebagai bentuk kepedulian mahasiswa terhadap pentingnya kesetaraan hak dalam pemanfaatan fasilitas umum.

Tim DISABI diketuai oleh Muhammad Rizky Pradityato dari Program Studi Bisnis Digital, dengan anggota Cahaya Widi Salsabila, Nabeel Afzaal juga dari Program Studi Bisnis Digital, Keysha Meyuna, Abi Rizky Pradana, dari Program Studi Manajemen. Seluruh proses riset, pengembangan ide, hingga penyusunan proposal dilakukan di bawah pendampingan intensif Dosen Pendamping, Johan Hendri Prasetyo.

Johan Hendri Prasetyo menyampaikan apresiasi atas semangat dan kepedulian sosial mahasiswa dalam menghadirkan solusi berbasis inovasi digital untuk masyarakat.

“Prestasi ini menunjukkan bahwa mahasiswa UNM tidak hanya memiliki kemampuan akademik dan kreativitas, tetapi juga kepekaan sosial terhadap isu-isu yang terjadi di masyarakat. Tim DISABI berhasil menghadirkan ide yang relevan, solutif, dan memiliki potensi dampak nyata bagi kelompok disabilitas,” kata Johan.

Ia berharap gagasan yang telah dirancang mahasiswa dapat terus dikembangkan hingga memiliki implementasi nyata di masa mendatang.

“Kami berharap konsep Smart Accessibility ini tidak berhenti di tahap kompetisi saja, tetapi dapat menjadi inspirasi sekaligus referensi bagi pengembangan sistem transportasi publik yang lebih inklusif di Indonesia,” kata Johan.

Sementara itu, Ketua Program Studi Bisnis Digital UNM, Lia Mazia, menilai keberhasilan Tim DISABI menjadi bukti bahwa mahasiswa Bisnis Digital UNM mampu mengintegrasikan kreativitas, teknologi, dan empati sosial dalam sebuah inovasi.

“Kami sangat bangga atas pencapaian Tim DISABI yang berhasil lolos pendanaan PKM nasional. Ini membuktikan bahwa mahasiswa Bisnis Digital Universitas Nusa Mandiri tidak hanya fokus pada teknologi dan bisnis digital, tetapi juga mampu menghadirkan solusi yang berdampak bagi masyarakat luas,” kata Lia, dalam rilis yang diterima, Selasa (26/5/2026).

Menurutnya, kolaborasi lintas program studi menjadi salah satu kekuatan mahasiswa dalam menciptakan ide yang lebih inovatif dan relevan dengan kebutuhan zaman.

“Sebagai Kampus Digital Bisnis, UNM terus mendorong mahasiswa untuk aktif berinovasi, berpikir kritis, dan memiliki keberanian menghadirkan gagasan out-of-the-box yang mampu menjawab tantangan sosial di era modern,” kata dia.

Prestasi Tim DISABI menjadi bukti bahwa mahasiswa UNM mampu bersaing di tingkat nasional melalui ide kreatif yang tidak hanya inovatif secara teknologi, tetapi juga memiliki nilai kemanusiaan dan kebermanfaatan sosial.

Melalui capaian ini, Universitas Nusa Mandiri berharap semakin banyak mahasiswa yang terinspirasi untuk terus berkarya, berkolaborasi, dan menciptakan solusi kreatif bagi masyarakat melalui inovasi digital.

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |