Breaking News! Dolar AS Turun ke Rp17.260

1 hour ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Nilai tukar rupiah menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan terakhir pekan ini, Jumat (24/4/2026), di tengah penguatan dolar AS di pasar global.

Merujuk data Refinitiv, mata uang Garuda dibuka di posisi Rp17.260/US$ atau terapresiasi sebesar 0,12%. Penguatan ini terjadi setelah pada perdagangan sebelumnya, Kamis (23/4/2026), rupiah ditutup melemah ke level terlemahnya sepanjang masa di Rp17.280/US$ atau turun 0,64%.

Sementara itu, indeks dolar AS (DXY) pada pukul 09.00 WIB masih berada di zona hijau dengan penguatan tipis 0,04%. Ini melanjutkan tren penguatan pada perdagangan sebelumnya, ketika DXY ditutup naik 0,18% ke level 98,770.

Pergerakan rupiah pada perdagangan hari ini diperkirakan masih akan banyak dipengaruhi sentimen global, terutama perkembangan perang di Timur Tengah antara AS dan Iran. Dolar AS saat ini berada di jalur penguatan mingguan pertamanya dalam tiga pekan terakhir, setelah negosiasi damai antara AS dan Iran belum menunjukkan kemajuan berarti.

Ketidakpastian tersebut membuat dolar AS kembali diburu sebagai aset safe haven. Kondisi ini pada akhirnya membuat ruang penguatan bagi mata uang negara lain, termasuk rupiah, menjadi semakin terbatas.

Dari dalam negeri, Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Destry Damayanti menegaskan tekanan terhadap rupiah tidak terjadi sendiri, melainkan sejalan dengan pelemahan yang juga dialami mata uang regional lain di tengah tingginya ketidakpastian global.

"Tekanan pada Rupiah yang terjadi lebih banyak karena meningkatnya ketidakpastian global, sehingga mata uang regional mengalami tekanan yang sama," kata Destry kepada CNBC Indonesia.

Karena itu, BI memastikan akan terus meningkatkan intensitas intervensi untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, sekaligus memperkuat struktur suku bunga instrumen pro-market agar aliran modal asing tetap masuk ke aset domestik di tengah berlanjutnya dampak perang di Timur Tengah.

"Intervensi yang berkesinambungan akan terus kami lakukan secara konsisten melalui transaksi Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar offshore, transaksi spot dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) di pasar domestik, disertai dengan pembelian SBN di pasar sekunder," ujar Destry.

Ia juga menekankan, secara year to date, rupiah tercatat melemah 3,54%, sementara cadangan devisa Indonesia masih tetap terjaga di level US$148,2 miliar pada akhir Maret 2026.

(evw/evw)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |