Api berkobar di Tel Aviv sebagai dampak serangan Iran pada Sabtu (28/2/2026).
REPUBLIKA.CO.ID, TEL AVIV – Pihak Israel dilaporkan sedang bersiap dihujani serangan besar-besaran dari Iran dan sekutunya Hizbullah di Lebanon malam ini. Sementara pasukan penjajahan Israel mewanti-wanti Israel akan menghadapi hari-hari yang sulit dalam beberapa waktu mendatang.
Seorang pejabat Israel mengatakan kepada jaringan Amerika CNN bahwa Perdana Menteri Benjamin Netanyahu sedang mengumpulkan pejabat tinggi politik dan keamanan untuk membahas perkembangan tersebut.
Laporan tersebut muncul di tengah rumor yang menyebar di media sosial tentang potensi kebakaran besar-besaran di Israel malam ini.
Kepala Komando Front Dalam Negeri IDF mengatakan “hari-hari sulit” menjelang akan terjadi di tengah tembakan rudal Iran dan serangan Hizbullah dari Lebanon. Sebab itu, pembatasan nasional tetap berlaku setidaknya hingga akhir pekan.
Saat ini, berdasarkan pedoman Komando Front Dalam Negeri Israel, kegiatan pendidikan dilarang, sementara pertemuan hingga 50 orang diperbolehkan, asalkan tempat penampungan dapat dicapai tepat waktu, dan tempat kerja dapat beroperasi dalam kondisi yang sama.
“Hari-hari penuh cobaan yang sulit ada di depan kita,” kata Mayjen Shai Klapper dalam pernyataan pers dari Israel utara. “Kami di Komando Front Dalam Negeri mempertimbangkan kebijakan pertahanan setiap hari, di samping pertimbangan utama untuk menjaga keamanan warga negara Israel, di samping menjaga kelangsungan nasional dan berfungsinya perekonomian Israel dan sistem pendidikan,” katanya.
“Oleh karena itu, kebijakannya tetap tidak berubah untuk saat ini,” Klapper menambahkan. Pembatasan saat ini tetap berlaku hingga Sabtu pukul 8 malam. Pada saat itu, penilaian lain akan dilakukan oleh Komando Front Dalam Negeri.

2 hours ago
1

















































