Breaking News! Rupiah Menguat Tajam, Dolar AS Turun ke Rp17.300

9 hours ago 4

Jakarta, CNBC Indonesia - Nilai tukar rupiah dibuka menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Kamis (7/5/2026).

Merujuk data Refinitiv, mata uang Garuda mengawali perdagangan di zona hijau dengan apresiasi sebesar 0,46% ke posisi Rp17.300/US$. Penguatan ini melanjutkan tren positif pada perdagangan sebelumnya, Rabu (6/5/2026), ketika rupiah ditutup menguat 0,17% ke level Rp17.380/US$.

Sementara itu, indeks dolar AS (DXY) terpantau melemah per pukul 09.00 WIB, DXY berada di level 97,919.

Pergerakan rupiah pada perdagangan hari ini mendapat angin segar dari faktor eksternal. Pelemahan dolar AS di pasar global membuat ruang penguatan mata uang negara berkembang semakin terbuka, termasuk rupiah.

Dolar AS tengah melemah terhadap enam mata uang utama dunia. Tekanan terhadap greenback terjadi seiring meningkatnya optimisme pasar terhadap peluang berakhirnya perang antar AS dan Iran. Sentimen positif ini membuat investor kembali masuk ke aset berisiko dan mengurangi permintaan terhadap dolar AS sebagai aset safe haven.

Optimisme tersebut muncul setelah sumber dari Pakistan, yang berperan sebagai mediator dan mengetahui jalannya negosiasi, menyebut Washington dan Teheran semakin dekat untuk menyepakati memorandum satu halaman guna mengakhiri konflik.

Laporan tersebut memperkuat harapan pasar bahwa ketegangan geopolitik di Timur Tengah bisa mulai mereda. Jika konflik benar-benar menuju penyelesaian, tekanan pada harga minyak, inflasi global, dan permintaan dolar AS sebagai aset aman berpotensi ikut berkurang.

Dengan meredanya permintaan terhadap aset safe haven, dolar AS cenderung tertekan. Kondisi ini menjadi sentimen positif bagi rupiah, karena pelemahan dolar biasanya memberi ruang bagi mata uang negara berkembang untuk bergerak lebih kuat.

(evw/evw)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |