BRI (BBRI) Tebar Dividen Rp52,1 T, Tertinggi Sepanjang Sejarah

14 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) tahunan sepakat membagikan 92% dari laba bersih tahun buku 2025 atau Rp 52,10 triliun sebagai dividen. Nilai tersebut setara dengan Rp 346 per lembar saham.

Dividen yang dibagikan tahun ini merupakan yang terbesar sepanjang sejarah BRI, baik dari segi nominal maupun persentase terhadap laba bersih perusahaan.

Sebelumnya rekor dividen BRI dicatatkan pada tahun buku 2024, di mana pemegang saham sepat untuk membagikan Rp 51,73 triliun atau setara 86% laba bersih tahun buku tersebut sebagai dividen. Secara total atas laba tahun buku 2024, BBRI membagikan dividen total Rp 343,4 per saham yang terdiri dari dividen interim Rp 135 per saham dan final Rp 208,4 per saham.

Sebagai informasi, pada awal tahun ini BRI telah membagikan dividen interim tahun buku 2025 sebesar Rp137 per saham atau total Rp20,63 triliun, yang dibayarkan pada 15 Januari 2026.

Dengan demikian sisa dividen final yang akan dibagikan BRI diestimasi sebesar Rp 209.

Sebagai informasi, laba bersih tahun berjalan BRI tercatat sebesar Rp57,13 triliun sepanjang tahun 2025. Perolehan laba itu turun 5,26% secara tahunan (yoy) dari sebesar Rp60,30 triliun pada tahun 2024.

Bila merinci laporan keuangan yang dipublikasikan di media massa, kinerja top line BRI meningkat. Pendapatan bunga tercatat sebesar Rp207,78 triliun, naik 4,27% yoy.

Beban bunga ikut naik tipis 1,2% yoy menjadi Rp57,28 triliun. Lantas, pendapatan bunga bersih serta pendapatan jasa asuransi naik 5,54% yoy menjadi Rp 151,8 triliun sepanjang tahun lalu.

Pada fungsi intermediasi, kredit BRI secara konsolidasi tumbuh sebesar menjadi Rp1.521,49 triliun, meningkat 12,31% yoy pada akhir tahun 2025. Adapun total aset BRI tercatat menjadi Rp2.135,37 triliun.

Seiring dengan itu, rasio kredit bermasalah atau nonperforming loan (NPL) gross meningkat menjadi 3,29% dan NPL net naik menjadi 0,96%.

Sementara itu dana pihak ketiga tercatat sebesar Rp1.466,84 triliun, pada periode akhir tahun 2025. Komposisi CASA mencapai 70,61%.

Lantas, likuiditas pun mengetat, dengan rasio loan to deposit ratio (LDR) berada di level 91,96%.

(fsd/fsd) [Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |