3 Peristiwa Suci dalam Perayaan Waisak, Momen Penting bagi Umat Buddha

1 hour ago 1

CNN Indonesia

Minggu, 31 Mei 2026 05:00 WIB

Perayaan Waisak juga dikenal sebagai Hari Buddha dan menjadi momen penting untuk mengenang perjalanan spiritual Buddha Gautama. Perayaan Waisak juga dikenal sebagai Hari Buddha dan menjadi momen penting untuk mengenang perjalanan spiritual Buddha Gautama. (ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho)
Daftar Isi

Jakarta, CNN Indonesia --

Perayaan 3 peristiwa suci dalam perayaan Waisak menjadi inti dari Trisuci Waisak yang diperingati umat Buddha di seluruh dunia, termasuk di Indonesia.

Waisak merupakan hari suci yang ditetapkan berdasarkan kalender lunar dan diperingati saat bulan purnama, dengan waktu pelaksanaan yang bisa berbeda setiap tahunnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Perayaan ini juga dikenal sebagai Hari Buddha dan menjadi momen penting untuk mengenang perjalanan spiritual Siddharta Gautama.

Dari kelahiran hingga wafatnya, tiga peristiwa suci ini menjadi dasar utama makna Waisak yang dirayakan setiap tahun.


3 peristiwa suci dalam perayaan Waisak

Berdasarkan penjelasan berbagai sumber, istilah Trisuci Waisak merujuk pada tiga peristiwa penting dalam kehidupan Buddha Gautama.

Tiga peristiwa tersebut menjadi tonggak utama dalam perjalanan spiritual beliau sebagai Guru Agung umat Buddha.

Peristiwa ini terdiri atas kelahiran Siddharta Gautama di Taman Lumbini, pencapaian pencerahan sempurna di bawah pohon Bodhi, serta wafatnya Buddha atau Maha Parinibbana di Kusinara.

Ketiganya menjadi satu rangkaian makna yang tidak terpisahkan dalam Waisak.


1. Kelahiran Siddharta Gautama

Peristiwa pertama dalam tiga peristiwa suci perayaan Waisak adalah kelahiran Bodhisattva Siddharta Gautama di Taman Lumbini, Nepal. Ia lahir sebagai calon Buddha yang kelak menjadi guru spiritual besar bagi umat manusia.

Kelahiran ini dipandang sebagai awal perjalanan panjang menuju pencerahan. Siddharta kemudian tumbuh dalam lingkungan istana sebelum akhirnya memilih meninggalkan kehidupan duniawi untuk mencari kebenaran sejati.


2. Pencerahan sempurna di bawah pohon Bodhi

Peristiwa kedua adalah pencapaian pencerahan sempurna oleh Siddharta Gautama di bawah pohon Bodhi di Bodhgaya, India. Momen ini menjadi titik balik penting karena beliau mencapai kebijaksanaan tertinggi dan menjadi Buddha.

Dalam perenungannya, Buddha menemukan jalan untuk terbebas dari penderitaan dan mengajarkan jalan yang sama kepada manusia. Ajaran ini kemudian menjadi dasar utama dalam kehidupan spiritual umat Buddha hingga saat ini.


3. Wafatnya Buddha atau Maha Parinibbana

Peristiwa ketiga adalah wafatnya Buddha Gautama atau Maha Parinibbana di Kusinara, India. Peristiwa ini dipandang sebagai pencapaian kesempurnaan spiritual karena Buddha terbebas dari siklus kehidupan.

Wafatnya Buddha bukan sekadar akhir kehidupan, tetapi simbol penyempurnaan ajaran dan perjalanan spiritual. Dari sini, umat Buddha diajak untuk terus menjalankan nilai kebajikan dan kebijaksanaan dalam kehidupan sehari-hari.


Makna Trisuci Waisak dalam kehidupan

Trisuci Waisak tidak hanya menjadi peringatan sejarah, tetapi juga pengingat perjalanan hidup manusia. Ketiga peristiwa tersebut menggambarkan proses dari kelahiran, pencapaian pencerahan, hingga pembebasan dari penderitaan.

Melalui perayaan ini, umat Buddha diharapkan dapat memperdalam nilai spiritual, mengembangkan welas asih, serta menjaga kebijaksanaan dalam menjalani kehidupan. Waisak pun menjadi momentum untuk refleksi diri dan memperkuat kedamaian batin.

Itulah penjelasan mengenai 3 peristiwa suci dalam perayaan Waisak. Semoga bermanfaat.

(han/fef)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |