Arsenal, Tak Terkalahkan tapi Tak Bisa Juara Liga Champions

4 hours ago 2

Jakarta, CNN Indonesia --

Arsenal mengakhiri Liga Champions musim ini dengan status tak terkalahkan di waktu normal. Namun perjalanan manis itu berakhir buruk karena mereka kalah dari Paris Saint-Germain dalam adu penalti pada final Liga Champions di Puskas Arena, Sabtu (30/5).

The Gunners kalah adu penalti dalam duel lawan PSG di babak final. Imbang 1-1 di waktu normal plus extra time, Arsenal kalah 3-4 dalam adu penalti. Dua eksekutor Arsenal yaitu Eberechi Eze dan Gabriel Magalhaes tidak mampu melaksanakan tugasnya dalam adu penalti tersebut.

Kekalahan lewat adu penalti itu jelas menyesakkan bagi Arsenal. Pasalnya, The Gunners berarti mencatat hasil tak terkalahkan di waktu normal namun tidak bisa mengangkat trofi 'Si Kuping Besar'.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di fase liga pada Liga Champions musim ini, Arsenal bisa menorehkan rekor 100 persen lewat delapan kemenangan. The Gunners jadi tim pertama yang mampu mencatat torehan manis tersebut.

Masuk ke fase knock out, Arsenal terus mempertahankan rekor tak terkalahkan. Arsenal mengalahkan Bayer Leverkusen, Sporting, dan Atletico Madrid dalam perjalanan menuju final. Menariknya, dari tiga laga itu Arsenal selalu mencatat satu hasil imbang dan satu kemenangan sehingga rekor tak terkalahkan terjaga hingga final.

Dengan kekalahan adu penalti ini, Arsenal masih harus menunda mimpi mereka untuk bisa jadi juara Liga Champions. Kekalahan ini mengulang hasil 20 tahun lalu ketika The Gunners juga harus puas jadi runner up.

20 tahun lalu, Arsenal kalah dari Barcelona di laga final dengan skor 1-2. Saat itu Arsenal unggul lebih dulu sebelum Barcelona bisa mencetak dua gol balasan di pengujung laga.

Namun yang berbeda, di musim ini Arsenal setidaknya masih bisa tersenyum. Mereka berhasil jadi juara Liga Inggris, mengakhiri puasa panjang selama 22 tahun.

[Gambas:Video CNN]

(ptr)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |