Buka-bukaan Bos IBM Beberkan 3 Tantangan Besar AI di RI

3 hours ago 6

Jakarta, CNBC Indonesia - Sejumlah tantangan utama yang harus diatasi agar pengembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) di Indonesia dapat berjalan optimal.

General Manager and Technology Leader ASEAN IBM Catherine Lian mengatakan, tantangan pertama yang dihadapi Indonesia adalah soal ketersediaan talenta dan keterampilan di bidang teknologi.

Menurutnya, kolaborasi antara sektor swasta dan pemerintah menjadi kunci untuk memastikan ketersediaan sumber daya manusia yang memadai.

"Tantangan di Indonesia yang pertama adalah saya terus melihat bahwa talenta dan keterampilan merupakan sesuatu yang harus diperhatikan oleh kita semua," ujar Catherine saat Media Briefing di Kantor IBM Indonesia, Jakarta, Kamis (12/3/2026).

Ia menambahkan, tanpa sumber daya manusia yang memadai, investasi teknologi tidak akan memberikan hasil maksimal.

"Jika tidak ada talenta dan keterampilan, sebesar apa pun teknologi yang dimasukkan ke dalam negara ini, hal tersebut tidak akan mampu mencapai tujuan yang kita harapkan," katanya.

Selain talenta, Catherine juga menyoroti pentingnya kebijakan pemerintah yang konsisten dalam mendorong adopsi kecerdasan buatan di Tanah Air.

"Kedua, saya sangat percaya bahwa pemerintah harus memiliki kebijakan yang sangat konsisten untuk mendorong inisiatif AI di negara ini," terangnya.

Ia menekankan kebijakan tersebut harus mampu mendukung perusahaan untuk mengadopsi AI sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat dan ekonomi secara luas.

"Kebijakan yang juga mendukung perusahaan agar dapat mengadopsi AI, serta kebijakan yang konsisten untuk memberikan manfaat bagi mereka sebagai pengguna AI dan juga bagi hasil yang dihasilkan bagi ekonomi sosial," jelasnya.

Tantangan berikutnya adalah pembangunan infrastruktur digital. Menurut dia, pemerintah perlu terus memastikan pengembangan infrastruktur yang mendukung ekosistem teknologi.

"Latensi, jaringan, serta kemudahan akses terhadap telekomunikasi akan menjadi fondasi pertama bagi kita untuk kemudian mendorong masuknya investasi AI di negara ini," ucapnya.

Meski begitu, Catherine melihat prospek Indonesia sangat besar di kawasan ASEAN. Dari perspektif IBM, Indonesia bahkan diprediksi menjadi negara dengan pertumbuhan paling cepat di kawasan.

"Bagi kami, Indonesia akan menjadi negara dengan pertumbuhan tercepat," ujarnya.

Ia menilai besarnya populasi menjadi salah satu faktor utama yang mendorong potensi tersebut. Selain itu, Indonesia juga memiliki jumlah perusahaan unicorn terbanyak di ASEAN yang dinilai menjadi pendorong inovasi dan adopsi teknologi baru.

"Ketika sebuah negara memiliki perusahaan unicorn, maka akan ada banyak inovasi serta adopsi AI dalam ekonomi digital yang sedang berkembang." pungkasnya.

(dce)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |