REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Donat bukan lagi sekadar kudapan pendamping kopi atau teh. Di tangan para pelaku kuliner kreatif, donat berkembang menjadi sajian artisan yang menawarkan pengalaman rasa dan cerita di balik proses pembuatannya. Salah satunya dihadirkan oleh Dough Darlings, jenama donat asal Indonesia yang konsisten mengusung konsep handcrafted.
Founder Dough Darlings, Ivan Mario Halim, menjelaskan donat artisanal lahir dari proses manual yang penuh ketelitian. Berbeda dengan donat produksi massal, donat artisanal dibuat dalam jumlah terbatas dengan fokus utama pada kualitas dan kreativitas.
"Bedanya donat artisanal dengan donat biasa itu dari proses pembuatannya. Kalau artisan, semuanya dibuat manual tanpa mesin. Fokusnya bukan di kuantitas, tapi pada kualitas rasa dan kreativitas. Kami ingin menghadirkan donat sebagai sebuah pengalaman kuliner, bukan cuma camilan biasa," kata Ivan dalam diskusi media di kawasan Kelapa Gading, Selasa (13/1/2026).
Menurut Ivan, seluruh proses pembuaran donat Dough Darlings dibuat secara handcrafted, mulai dari pemilihan bahan baku, pengolahan adonan, hingga penyempurnaan rasa di setiap varian. Pendekatan ini memungkinkan Dough Darlings menjaga konsistensi sekaligus menghadirkan karakter rasa yang khas, berlapis, dan relevan dengan selera konsumen masa kini.
Nilai tersebut telah dipegang teguh selama lebih dari 11 tahun perjalanan Dough Darlings. Ivan menegaskan bahwa nilai tersebut tidak pernah berubah, meskipun dalam perjalanannya terdapat beberapa gerai yang tidak berjalan sesuai harapan.
"Buat kami itu bukan masalah. Selama value-nya tetap kami pegang, kami percaya pada proses handcrafted dan bahan-bahan yang kami yakini enak dan baik. Tujuan akhirnya sederhana, supaya orang yang makan donat kami benar-benar merasa bahagia," kata Ivan.
Didirikan pada 2015 di Bali, Dough Darlings secara konsisten mempertahankan komitmen terhadap kualitas premium melalui proses hand-crafted with love. Setiap donat dirancang untuk menghasilkan tekstur lembut di bagian dalam dengan karakter rasa yang kaya dan seimbang, sehingga donat tidak sekadar menjadi camilan, tetapi sebuah pengalaman kuliner.
Sebagai jenama lokal, Dough Darlings menjadikan kekayaan rasa Nusantara sebagai DNA utama dalam setiap kreasinya. Tidak hanya memiliki basis penggemar yang kuat di dalam negeri, Dough Darlings juga telah membuka gerai pertama di Doha, Qatar.
"Membuka gerai di Doha, Qatar, itu rasanya seperti milestone bagi kami. Kami dari awal memang ingin go internasional, dan ketika akhirnya berhasil, rasanya sangat luar biasa," kata co-founder Dough Darlings, Andrian.

3 hours ago
1

















































