REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Pusat Statistik (BPS) telah merilis indikator kesejahteraan rakyat Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Hasilnya menunjukkan sejumlah indikator mengalami peningkatan cukup baik, terutama pada angka kesehatan hingga pendidikan.
Dilihat dari angka kesakitan (morbidity rate), yang menunjukkan jumlah penduduk yang mengalami keluhan kesehatan, BPS mencatat mengalami penurunan. Berdasarkan hasil Susenas 2025, angka kesakitan penduduk Kota Tangerang Selatan mencapai 6,73 persen, atau menurun dibandingkan tahun 2024 yang berada pada angka 6,80 persen.
“Penurunan sebagai penanda bahwa status kesehatan masyarakat Kota Tangerang Selatan mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya,” seperti dikutip di laman BPS Kota Tangerang Selatan.
Sementara itu, pada umur harapan hidup (UHH) sebagai penanda bagi meningkatnya derajat kesehatan, sekaligus tingkat kesejahteraan masyarakat, juga mengalami peningkatan. UHH penduduk Kota Tangsel pada tahun 2024 telah mencapai 75,80 tahun. Meningkat jika dibandingkan tahun 2023 yang berada pada angka 75,64 tahun.
Pada angka persalinan, juga sudah 100 persen ditangan tenaga kesehatan. Tahun 2025, sebesar 75 persen ditangani dokter kandungan, dan 25 persen ditangani oleh bidan.
Kemudian pada bidang pendidikan, angka melek huruf Kota Tangsel pada tahun 2025 mencapai 99,47 persen. Meningkat dari tahun 2024 dengan angka sebesar 98,89. Lalu angka partisipasi sekolah usia 7-12 mencapai 98,74, usia 13-15 mencapai 99,98, dan usia 16-18 sebesar 82,21 persen,
Pada bidang ketenagakerjaan angka pengangguran terbuka pada 2025 mencapai 4,13, menurun dari 2024 sebesar 5,09. Pada tahun 2025 lapangan usaha sektor jasa sangat dominan dalam penyerapan tenaga kerja pada angka 85,65 persen.
Selanjutnya, tingkat kemiskinan Kota Tangsel sebesar 2,39 persen, terendah di Provinsi Banten dan terendah kelima secara nasional setelah Kota Bandung, Kota Balikpapan, Kota Denpasar, dan Kota Depok yaitu masing-masing sebesar 1,90 persen, 1,97 persen, 2,16 persen, dan 2,31 persen.
Pada momen Safari Ramadan Pemerintah Kota Tangerang Selatan di Masjid Jami Al-Ikhlas, Kecamatan Serpong Utara, pekan lalu, Walikota Tangsel Benyamin Davnie menyampaikan arah pembangunan Kota Tangsel berpedoman pada visi RPJMD 2025–2029. Yakni Tangerang Selatan Unggul, Inklusif, Inovatif, Kolaboratif Menuju Kota Lestari.
Menurutnya, pembangunan tidak hanya difokuskan pada aspek fisik dan ekonomi, tetapi juga pembangunan manusia serta kelestarian lingkungan. Apalagi berdasarkan data Rancangan Awal RKPD 2027 dari Bappelitbangda, jumlah penduduk Kota Tangsel pada semester I 2025 tercatat sebanyak 1.474.311 jiwa, dengan 72,20 persen di antaranya merupakan usia produktif.
Ia pun menyebut, pertumbuhan ekonomi Tangsel mencapai 5,81 persen, lebih tinggi dibandingkan rata-rata provinsi dan nasional. Angka kemiskinan berada di 2,39 persen atau termasuk lima terendah di Indonesia. Sementara Indeks Pembangunan Manusia (IPM) mencapai 84,81 atau kategori sangat tinggi.
“Ini capaian yang patut kita syukuri. Namun di balik capaian tersebut, kita masih menghadapi tantangan, salah satunya persoalan lingkungan, khususnya pengelolaan sampah. Kemajuan yang kita capai adalah upaya bersama, maka pelestarian lingkungan harus kita lakukan dengan penuh kebersamaan,” ujarnya
sumber : Antara

1 hour ago
1

















































