Tantangan Etika AI di Kampus, Antara Inovasi dan Tanggung Jawab Akademik

1 hour ago 4

Dicky Haryanto, Ketua Program Studi (Prodi) Teknologi Informasi Cyber University.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) di dunia pendidikan kini menjadi pedang bermata dua antara efisiensi inovasi dan tantangan etika. Cyber University atau Universitas Siber Indonesia, menegaskan pentingnya regulasi dan literasi digital agar teknologi ini tidak menggerus nilai-nilai integritas akademik.

Teknologi AI saat ini menghadirkan peluang besar melalui sistem pembelajaran adaptif yang menyesuaikan materi dengan kebutuhan individu mahasiswa. Dosen pun terbantu dalam menyusun bahan ajar hingga memberikan umpan balik secara lebih cepat dan terstruktur.

Namun, di balik kemudahan tersebut, muncul kekhawatiran terkait penggunaan AI untuk menghasilkan karya ilmiah tanpa proses berpikir mandiri. Hal ini berpotensi menurunkan kualitas pendidikan jika tidak disertai aturan dan pedoman penggunaan yang tegas.

Dicky Haryanto, Ketua Program Studi (Prodi) Teknologi Informasi Cyber University, menyatakan transparansi menjadi prinsip krusial dalam implementasi teknologi ini. Menurutnya, setiap penggunaan AI dalam tugas maupun penelitian harus disertai pengakuan yang jelas.

"Institusi perlu menetapkan batasan yang jelas serta mekanisme deteksi yang adil. Selain itu, perlindungan data pribadi mahasiswa harus tetap menjadi prioritas utama," ujar Dicky dalam keterangan resminya, Jumat (24/4/2026).

Dicky menambahkan regulasi yang adaptif sangat diperlukan agar inovasi tidak terhambat namun tetap berada dalam koridor etika.

"Penguatan literasi digital bagi pendidik dan mahasiswa menjadi fondasi untuk memahami cara kerja serta risiko AI," kata dia.

Sebagai langkah konkret, Prodi Teknologi Informasi Cyber University kini mulai mengintegrasikan pembelajaran AI yang menekankan aspek tanggung jawab profesional, tidak hanya penggunaan. Pendekatan ini dilakukan melalui kurikulum berbasis industri dan riset terapan bagi para mahasiswa.

"Upaya ini diharapkan dapat mencetak lulusan yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki integritas tinggi. Ke depan, pemanfaatan AI yang bertanggung jawab diharapkan mampu menjadi mitra strategis dalam mendorong transformasi digital nasional," kata Dicky.

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |