REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Insiden penembakan yang terjadi dalam acara makan malam wartawan di Washington DC membuka kembali sorotan terhadap meningkatnya ancaman terhadap pejabat tinggi Amerika Serikat. Otoritas setempat menyebut pelaku diduga secara spesifik menargetkan unsur pemerintahan.
Pelaksana Tugas Jaksa Agung AS Todd Blanche mengatakan penyelidikan masih berlangsung, namun indikasi awal menunjukkan motif serangan tidak bersifat acak.
“Berdasarkan pemahaman awal kami, kami percaya dia menargetkan anggota pemerintahan,” ujar Blanche dalam wawancara di program Face the Nation pada Ahad (26/4/2026).
Blanche menegaskan bahwa kesimpulan tersebut tidak berasal dari pengakuan tersangka, melainkan dari bukti yang dikumpulkan dalam penyelidikan awal.
Ia mengungkapkan FBI bersama penegak hukum dan Dinas Rahasia telah melakukan penggeledahan di sejumlah lokasi, termasuk rumah tersangka di California serta tempat menginapnya di Washington DC.
“Investigasi ini baru berjalan sekitar 12 jam, tetapi kami telah mengumpulkan cukup banyak bukti yang kini sedang kami teliti,” katanya.
Menurutnya, tersangka tidak bersikap kooperatif dan diperkirakan akan segera didakwa di pengadilan federal.
Dalam insiden tersebut, pelaku diketahui membawa berbagai senjata, termasuk senapan, pistol, dan pisau. Ia juga diduga telah menginap beberapa hari di hotel lokasi acara sebelum melakukan aksinya.
Blanche menyebut pelaku melakukan perjalanan lintas negara menggunakan kereta api dari California menuju Washington DC.
Meski demikian, ia tidak melihat insiden ini sebagai alasan untuk segera mengubah regulasi kepemilikan senjata atau sistem keamanan transportasi.
“Saya tidak melihat ini sebagai soal mengubah hukum. Ini tentang penegak hukum yang melakukan tugasnya dan pelaku yang gagal total,” ujarnya.
Serangan tersebut berhasil digagalkan sebelum pelaku mencapai area inti acara, tempat Presiden, Wakil Presiden, serta sejumlah pejabat tinggi lainnya berada.
Blanche menilai respons cepat aparat keamanan menjadi faktor kunci dalam mencegah tragedi yang lebih besar.

3 hours ago
2















































