REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG — Kepedulian terhadap keberlangsungan satwa dan kesejahteraan pekerja di Kebun Binatang Bandung (Bandung Zoo) kembali ditunjukkan DPD PDI Perjuangan Jawa Barat. Untuk ketiga kalinya, partai berlambang banteng moncong putih itu menyalurkan bantuan guna mendukung operasional kebun binatang yang tengah berproses menuju pengelolaan baru.
Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Barat yang juga merupakan Wakil Ketua DPRD Jabar, Ono Surono menyerahkan bantuan senilai Rp 96,7 juta di Bandung Zoo, Kamis (18/6/2026). Penyerahan bantuan tersebut turut didampingi Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Hukum dan Advokasi Ronny Talapessy serta Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Bandung Andri Gunawan.
Menurut Ono, bantuan yang diberikan merupakan tindak lanjut arahan Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri untuk memastikan kebutuhan dasar satwa dan para pekerja tetap terpenuhi selama masa transisi pengelolaan.
“Bantuan ini digunakan untuk operasional, pembayaran BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan, kebutuhan pakan, obat-obatan, hingga keperluan kandang,” ujar Ono.
Ia menjelaskan, bantuan yang disalurkan kali ini merupakan yang ketiga. Sebelumnya, PDI Perjuangan telah menyerahkan bantuan sebesar Rp 144,5 juta dan Rp 82,7 juta. Dengan tambahan bantuan terbaru, total dukungan yang telah diberikan mencapai Rp 324 juta.
Ono menilai proses penetapan Faunaland sebagai pengelola baru Bandung Zoo oleh Pemerintah Kota Bandung telah dilakukan melalui mekanisme seleksi terbuka. Karena itu, ia berharap proses transisi dapat berjalan lancar sehingga tanggung jawab pengelolaan dapat segera dijalankan secara optimal.
Meski demikian, Wakil Ketua DPRD Jawa Barat itu menitipkan sejumlah catatan penting kepada pengelola baru. Salah satunya terkait keberlanjutan tenaga kerja yang selama ini menjaga dan merawat satwa di Bandung Zoo.
“Kami berharap seluruh karyawan yang ada saat ini dapat tetap dipekerjakan. Mereka sudah memiliki pengalaman, profesionalisme, dan komitmen dalam menjaga keberlangsungan kebun binatang ini,” katanya.
Selain itu, Ono juga menyoroti potensi Bandung Zoo sebagai salah satu pusat konservasi satwa, khususnya tapir. Menurut dia, keberhasilan pengembangbiakan tapir yang selama ini dilakukan perlu terus dipertahankan dan dikembangkan.
“Bandung Zoo dikenal memiliki keberhasilan dalam budidaya tapir. Kami berharap ke depan bisa menjadi pusat pengembangbiakan tapir di Indonesia,” ujarnya.
Ia juga meminta pengelola baru memberi perhatian terhadap kebutuhan sejumlah satwa yang memerlukan pasangan untuk mendukung program konservasi. Di sisi lain, Ono berharap nilai sejarah dan tradisi yang melekat pada Bandung Zoo tidak hilang seiring pergantian pengelola.
Menurut dia, kebun binatang yang telah menjadi bagian dari sejarah Kota Bandung itu memiliki ikatan emosional dengan masyarakat, termasuk tradisi botram yang selama ini menjadi ciri khas interaksi warga dengan ruang publik tersebut.
Ono pun berharap Pemerintah Kota Bandung dapat segera menyosialisasikan hasil seleksi pengelola baru kepada para karyawan agar proses transisi berlangsung terbuka dan kondusif.
Ia menambahkan, sejak 13 Juni lalu tanggung jawab pengadaan pakan satwa telah mulai dialihkan kepada Faunaland. Bahkan, menurut informasi yang diterimanya, sejumlah keeper dan dokter hewan juga telah mulai disiapkan untuk mendukung operasional kebun binatang.
“Kami tentu berharap semua berjalan baik. Namun berbagai informasi yang berkembang tetap perlu dikroscek agar proses peralihan pengelolaan benar-benar berjalan sesuai komitmen dan tidak mengganggu kesejahteraan satwa maupun para pekerja,” kata Ono.

2 hours ago
1












































