Seseorang membawa buku (ilustrasi). Kelompok advokasi Palestina mengecam keputusan perpustakaan di Sydney, Australia, yang menarik buku mengenai genosida Israel di Gaza.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kelompok advokasi Palestina mengecam keputusan perpustakaan di Sydney, Australia, yang menarik buku mengenai genosida Israel di Gaza. Perpustakaan Waverley diketahui menarik buku berjudul How to Sell a Genocide karya kritikus media asal Amerika Serikat, Adam Johnson, dari rak koleksi.
Penarikan itu dilakukan setelah ada keluhan dari seorang penyintas serangan yang menargetkan sebuah festival Yahudi di Bondi Beach pada Desember lalu. Sebanyak 15 orang meninggal dalam serangan tersebut.
Presiden Australia Palestine Advocacy Network (APAN), Nasser Mashni, mengecam keputusan Waverley Library. Mashni mendesak agar akses terhadap buku-buku yang membahas perang di Gaza tidak dibatasi.
"Perpustakaan memiliki kewajiban untuk menyediakan akses terhadap beragam karya yang telah diterbitkan, termasuk karya yang dapat menantang pandangan atau membuat sebagian anggota masyarakat merasa tidak nyaman," kata Mashni dilansir laman Arab News, Rabu (19/8/2026).
Mashni mengungkapkan ratusan ribu warga Palestina telah terbunuh, mengalami luka-luka, dan terusir dari rumah mereka. la pun menegaskan penggunaan istilah genosida dalam buku tersebut dimaksudkan untuk menggambarkan apa yang dialami warga Palestina, bukan untuk menyinggung pihak tertentu.
"Sejarah telah mengajarkan kita dengan sangat jelas apa yang terjadi ketika buku-buku mulai dilarang," kata dia.
Penulis buku Adam Johnson juga mengecam keputusan perpustakaan tersebut. la menolak anggapan bahwa penggunaan istilah genosida untuk menggambarkan tindakan Israel di Gaza merupakan pandangan yang ekstrem.
"Bahwa hal itu membuat sebagian orang kesal memang disayangkan, tetapi kenyataan sering kali memang membuat orang tidak nyaman," kata Johnson.
la menegaskan istilah genosida bukan sekadar istilah atau kesimpulan pribadinya. Sejumlah organisasi internasional dan lembaga hak asasi manusia telah menyatakan bahwa tindakan militer dan kebijakan Israel di Gaza memenuhi unsur-unsur genosida berdasarkan Konvensi Genosida 1948.
"Namun genosida bukanlah kata-kata saya, atau kesimpulan pribadi. Fakta mengenai genosida di Gaza merupakan konsensus luas di kalangan pegiat hak asasi manusia dan merupakan pandangan umum di antara mereka yang bertugas mempelajari dan menentukan hal-hal semacam itu," ujar Johnson.

2 hours ago
2












































