Nabi Muhammad Rutin Suapi Pengemis Yahudi Buta, Meski Selalu Dihina dan Difitnah Olehnya

2 hours ago 2

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Nabi Muhammad SAW dikenal memiliki akhlak yang luhur, termasuk kepada orang yang tidak menyukainya. Dalam sebuah kisah yang masyhur, Rasulullah SAW setiap pagi rutin mendatangi dan menyuapi seorang pengemis Yahudi buta di pasar Madinah, meski pengemis tersebut justru selalu menghina, memfitnah, dan mengingatkan orang-orang agar menjauhi Nabi Muhammad SAW.

Dikisahkan di sebuah sudut pasar Madinah Al-Munawarah, hiduplah seorang pengemis Yahudi yang mengalami kebutaan. Setiap hari, ia selalu melontarkan perkataan buruk tentang Nabi Muhammad SAW.

Pengemis Yahudi yang tidak bisa melihat itu berkata, "Wahai saudaraku, jangan kau dekati (Nabi) Muhammad. Dia itu gila, dia itu pembohong, dia itu tukang sihir! Jika kalian mendekatinya, kalian akan dipengaruhi olehnya.”

Setiap pagi, Rasulullah SAW mendatangi pengemis tersebut dengan membawa makanan. Tanpa mengucapkan sepatah kata pun, Nabi Muhammad SAW menyuapi pengemis Yahudi itu dengan penuh kasih, sementara pengemis itu terus mengingatkan orang-orang agar menjauhi seseorang bernama (Nabi) Muhammad.

Meski pengemis Yahudi yang buta itu selalu mengatakan hal buruk tentang Nabi Muhammad, beliau tetap melakukan kebaikan tersebut setiap hari hingga beliau wafat. Namun, setelah Nabi Muhammad SAW wafat, tidak ada lagi yang datang memberikan makanan kepada pengemis Yahudi yang buta itu.

Suatu ketika sahabat Nabi Muhammad SAW, Abu Bakar Radhiyallahu anhu berkunjung ke rumah anaknya, Aisyah Radhiyallahu anha. Abu Bakar bertanya kepada anaknya, “Anakku, adakah sunnah kekasihku yang belum aku kerjakan?”

Aisyah menjawab, “Wahai ayah, engkau adalah seorang ahli sunah hampir tidak ada satu sunah pun yang belum ayah lakukan, kecuali satu sunah saja.”

“Apakah itu?” tanya Abu Bakar.

Aisyah berkata, “Setiap pagi Rasulullah SAW selalu pergi ke ujung pasar dengan membawakan makanan untuk seorang pengemis Yahudi buta yang berada di sana.

Keesokan harinya Abu Bakar pergi ke pasar dengan membawa makanan untuk diberikan kepada pengemis Yahudi yang buta itu. Abu Bakar mendatangi pengemis tersebut dan memberikan makanan itu kepadanya.

Ketika Abu Bakar mulai menyuapinya, si pengemis Yahudi marah sambil berteriak, “Siapakah kamu?”

Abu Bakar menjawab, “Aku adalah orang yang biasa.”

Pengemis Yahudi itu berkata, “Bukan! Engkau bukan orang yang biasa mendatangiku.”

Pengemis Yahudi itu berkata lagi, “Apabila dia datang kepadaku, tidak susah tangan ini memegang dan tidak susah mulut ini mengunyah. Orang yang biasa mendatangiku itu selalu menyuapiku, tapi terlebih dahulu dihaluskannya makanan tersebut.”

Abu Bakar tidak dapat menahan air matanya. Sambil menangis dia berkata kepada pengemis itu, “Aku memang bukan orang yang biasa datang kepadamu. Aku adalah salah seorang dari sahabatnya, orang yang mulia itu telah tiada. Dia adalah Nabi Muhammad, Rasulullah SAW.”

Setelah pengemis itu mendengar cerita Abu Bakar, dia pun menangis dan kemudian berkata, “Benarkah demikian? Selama ini aku selalu menghinanya, memfitnahnya, dia tidak pernah memarahiku sedikit pun. Dia mendatangiku dengan membawa makanan setiap pagi, dia begitu mulia.”

Pengemis Yahudi buta tersebut akhirnya bersyahadat di hadapan Abu Bakar.

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |