Bulan Terus Menjauh dari Bumi, Seberapa Besar Dampaknya? 

2 hours ago 6
Bulan Terus Menjauh dari Bumi, Seberapa Besar Dampaknya?  Ilustrasi bulan dan bumi(Magnific)

BUMI memiliki satelit alami, yaitu Bulan, yang selama ini terus mengorbit Bumi. Namun, apakah Bulan benar-benar tetap berada pada orbitnya? atau, tanpa kita sadari, satelit alami Bumi itu justru perlahan menjauh? 

Bulan perlahan menjauh dari Bumi sekitar 1,5 inci atau 3,78 sentimeter setiap tahun. Pergerakan ini terjadi karena interaksi pasang surut antara Bumi dan Bulan.  Gravitasi Bulan menarik Bumi dan air laut sehingga terbentuk tonjolan pasang surut. Karena Bumi berputar lebih cepat daripada Bulan mengorbit, interaksi tersebut menyebabkan energi berpindah dan orbit Bulan perlahan melebar. 

Bulan saat ini berada pada jarak rata-rata sekitar 238.855 mil atau 384.400 kilometer dari Bumi. Jarak tersebut cukup besar sehingga sekitar 30 planet seukuran Bumi dapat ditempatkan di antara keduanya. Meski begitu, Bumi dan Bulan tetap saling berinteraksi melalui gaya gravitasi.  

Perubahan jarak Bumi dan Bulan dapat diukur menggunakan Lunar Laser Ranging (LLR). Reflektor yang ditempatkan di permukaan Bulan sejak misi Apollo memantulkan sinar laser kembali ke Bumi.  Pengukuran tersebut menunjukkan bahwa jarak Bulan dari Bumi bertambah sekitar 3,8 sentimeter setiap tahun, sehingga menjadi bukti bahwa Bulan memang perlahan menjauh. 

Dampak terhadap Bumi

Bulan terus menjauh dari Bumi sekitar 3,8 sentimeter setiap tahun akibat interaksi pasang surut dan gravitasi. Meski pergerakan tersebut berlangsung sangat lambat, proses ini berkaitan dengan perubahan pada rotasi Bumi dan hubungan pasang surut.  

  • Rotasi Bumi perlahan melambat

Melampaui efek tarikan Bulan terhadap pasang surut, yang telah meningkatkan panjang hari di Bumi sebesar 2,4 milidetik per abad, rata-rata. Efek yang disebut gesekan pasang surut bulan ini telah menjadi penyebab utama peningkatan panjang hari di Bumi selama miliaran tahun. 

  • Gravitasi Bulan membentuk pasang surut laut

Proses pasang surut tersebut juga berkaitan dengan perpindahan energi yang membuat Bulan perlahan bergerak menjauh. NASA menjelaskan bahwa ketika Bulan dahulu lebih dekat dengan Bumi, pasang surut yang dihasilkan juga jauh lebih besar dibandingkan sekarang. 

  • Tidak ada gerhana matahari total

Dalam  jangka waktu panjang yang tidak langsung dirasakan oleh masyarakat adalah tidak lagi merasakan gerhana matahari tota, hal ini dikarena bulan tidak cukup besar dan terlihat lebih kecil dari bumi.  NASA menjelaskan bahwa pada suatu masa yang sangat jauh di masa depan, Bulan tidak lagi tampak cukup besar untuk menutupi seluruh Matahari sehingga gerhana Matahari total tidak akan terjadi lagi.  Bulan terus menjauh dari Bumi dengan laju yang sangat kecil. Meski belum terasa langsung, pergerakan ini menjadi bagian dari perubahan jangka panjang dalam sistem Bumi dan Bulan. (H-4)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |