Iklan Kampanye Netanyahu Pajang Zohran Mamdani dengan Pemimpin Iran dan Hizbullah

2 hours ago 6
Iklan Kampanye Netanyahu Pajang Zohran Mamdani dengan Pemimpin Iran dan Hizbullah Foto kampanye Netanyahu.(Haaretz)

PARTAI Likud pimpinan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memicu kontroversi setelah merilis iklan kampanye yang menyejajarkan Wali Kota New York, Zohran Mamdani, dengan para pemimpin Iran dan Hizbullah. Iklan tersebut muncul menjelang pemilihan umum Israel yang dijadwalkan berlangsung pada Oktober mendatang.

Papan iklan yang ditayangkan di televisi nasional Israel tersebut menampilkan latar belakang hitam pekat dengan wajah Pemimpin Tertinggi Iran yang baru, Mojtaba Khamenei, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, Sekretaris Jenderal Hizbullah Naim Qassem, dan Wali Kota Mamdani. Iklan itu disertai keterangan: "Mereka ingin Netanyahu kalah. Jangan biarkan mereka menang."

Netanyahu sendiri mengunggah ulang gambar tersebut di media sosial dengan pesan singkat. "Jangan biarkan mereka menang."

Perselisihan terkait Surat Penangkapan ICC

Langkah provokatif itu menyusul perselisihan publik antara Netanyahu dan Mamdani. Politikus Amerika Serikat tersebut sebelumnya mendesak pemerintah federal AS untuk menegakkan surat perintah penangkapan yang dikeluarkan oleh Mahkamah Pidana Internasional (ICC) pada tahun 2024 atas tuduhan kejahatan perang di Gaza.

Mamdani secara terbuka menyatakan kepada The New York Times bulan lalu bahwa Netanyahu adalah seorang penjahat perang yang seharusnya diadili di Den Haag. Meskipun AS bukan anggota ICC, surat perintah tersebut membuat Netanyahu menjadi tersangka yang dicari secara internasional. Sekitar 124 negara anggota ICC berkewajiban menangkapnya jika ia memasuki wilayah mereka.

Menanggapi pernyataan Mamdani, Duta Besar Israel untuk PBB, Danny Danon, menuduh sang wali kota melakukan antisemitisme dan mendukung Hamas. Netanyahu sendiri melabeli pernyataan Mamdani sebagai ujaran kebencian.

Dukungan Donald Trump

Di tengah tekanan internasional, mantan Presiden AS Donald Trump muncul membela Netanyahu. Melalui unggahan di Truth Social, Trump menegaskan bahwa Netanyahu tidak akan ditangkap dalam bentuk apa pun selama berada di Amerika Serikat.

Netanyahu tetap mempertahankan hubungan dekat dengan Trump, bahkan melakukan kunjungan kenegaraan kedelapan yang bersejarah pada masa jabatan kedua Trump di bulan Juli lalu, meskipun ada laporan ketegangan terkait situasi di Timur Tengah.

Konteks Pemilu Israel

Pemilihan umum pada Oktober mendatang akan menjadi ujian pertama bagi kepemimpinan Netanyahu sejak serangan 7 Oktober, setelah sebelumnya proses pemilu sempat ditangguhkan.

Sebagai informasi, surat perintah penangkapan ICC yang dikeluarkan pada November 2024 menuduh Netanyahu bertanggung jawab atas kejahatan perang berupa penggunaan kelaparan sebagai metode peperangan dan serangan yang disengaja terhadap penduduk sipil di Gaza. Netanyahu membantah keras semua tuduhan tersebut dan menyebutnya sebagai tindakan antisemit. (The Independent/I-2)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |