Jakarta, CNBC Indonesia - Puluhan ribu buruh dipastikan akan turun ke jalan dalam peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 2026. Aksi akan digelar serentak di seluruh Indonesia dengan membawa delapan tuntutan utama kepada pemerintah dan DPR.
Khususnya di Jakarta, massa aksi buruh akan terkonsentrasi di Gedung DPR, Istora Senayan, hingga Monas. Presiden KSPI sekaligus Partai Buruh, Said Iqbal menegaskan, aksi ini dilakukan secara damai dan terkoordinasi.
"Kami tegaskan, aksi May Day KSPI ini adalah aksi damai, tertib, konstitusional, dan tidak anarkis. Kami sudah berkoordinasi dengan aparat keamanan dan telah menyampaikan pemberitahuan resmi," kata Said dalam konferensi pers yang disiarkan secara daring, Jumat (10/4/2026).
Aksi digelar pada 1 Mei 2026 di 38 provinsi dan lebih dari 350 kabupaten/kota. Khusus di Jakarta, buruh akan menggelar aksi di depan DPR RI pada pukul 10.00-12.00 WIB, lalu dilanjutkan long march ke Istora Senayan. Di Istora, buruh akan menggelar May Day Fiesta sekaligus deklarasi Garda Buruh Nasional, organisasi yang diinisiasi untuk menyuarakan aspirasi langsung kepada Presiden Prabowo Subianto.
Foto: CNBC Indonesia/ Andrean Kristianto
May day
Bawa 8 Tuntutan Utama
Dalam aksi tersebut, buruh akan membawa 8 isu utama yang berkembang dari sebelumnya enam tuntutan.
"Isu yang akan disampaikan (dalam aksi May Day 2026), ternyata tadinya enam isu menjadi sekarang delapan isu," ujarnya.
Isu pertama adalah mendesak pengesahan RUU Ketenagakerjaan. Kemudian yang kedua, buruh menolak sistem outsourcing dan upah murah (HOSTUM).
"Isu kedua adalah HOSTUM. HOS, Hapus Outsourcing; dan TUM adalah Tolak Upah Murah. HOSTUM," terang dia.
Ketiga, buruh menuntut reformasi pajak dengan menaikkan Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP), serta menghapus pajak untuk komponen kesejahteraan pekerja.
"Isu yang ketiga adalah reformasi pajak, yaitu PTKP naik menjadi Rp7,5 juta per bulan dan meminta pemerintah menghapus pajak THR, pajak pesangon, pajak jaminan hari tua, pajak jaminan pensiun untuk buruh pekerja, karyawan, ataupun pegawai," ucap Said.
Keempat, buruh menyoroti ancaman PHK akibat dampak perang global dan kenaikan biaya produksi.
"Isu yang keempat adalah stop ancaman PHK akibat perang. Walaupun perang sudah ada gencatan senjata, tapi ini akibatnya karena dampak harga BBM dan industri yang tidak bersubsidi, sudah dampaknya kemana-mana," ujarnya.
Said mengingatkan dampak tersebut akan mulai terasa dalam waktu dekat. "Ini akan terlihat tiga bulan. Sekali lagi ini baru potensi PHK. Di industri padat karya, tekstil, garmen, sepatu yang raw material atau bahan bakunya dari impor," terang dia.
Ia juga mengungkap sudah ada perusahaan yang mulai mengarah pada efisiensi tenaga kerja.
"Kami sudah dapat 10 perusahaan di wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah dan sebagian Jawa Timur," ungkapnya.
"Tapi kami tidak bisa sebut nama perusahaannya yang sudah mulai mengajak berunding. Sudah mulai mengajak berunding untuk melakukan rasionalisasi atau efisiensi karyawan. Sudah ada, jadi ini bukan omong kosong, nggak! Benar-benar sudah ada," sambung dia.
Kelima, buruh juga mendesak pengesahan RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (PPRT). Keenam, buruh mendorong pengesahan RUU Perampasan Aset untuk pemberantasan korupsi.
"Untuk melawan korupsi, sahkan RUU perampasan aset," tegas Said
Ketujuh, buruh meminta penetapan potongan tarif ojek online maksimal 10%.
"Tambahan dua lagi dalam perkembangannya, dari pasukan bawah, yaitu tetapkan tarif potongan ojol adalah 10 persen, bukan 20 persen," ucapnya.
Kedelapan, buruh mendesak ratifikasi Konvensi ILO Nomor 190 terkait penghapusan kekerasan di tempat kerja.
"Dan yang kedelapan adalah ratifikasi konvensi ILO nomor 190 tentang anti kekerasan kepada pekerja perempuan," tutur dia.
Said menegaskan seluruh tuntutan tersebut akan disuarakan langsung di depan gedung DPR RI sebagai lembaga legislatif yang berwenang, pada aksi memperingati Hari Buruh Internasional 2026.
"Kami datang dengan damai, tapi tuntutan kami serius. Ini soal masa depan buruh Indonesia," pungkasnya.
(wur)
[Gambas:Video CNBC]

15 hours ago
2

















































