Jakarta, CNBC Indonesia - Bekerja dari rumah atau Work From Home (WFH) sering dianggap lebih hemat dibanding kerja dari kantor. Tanpa biaya transportasi, makan di luar, hingga kebutuhan gaya hidup, banyak orang berharap pengeluaran bisa ditekan signifikan.
Namun realitanya, tidak sedikit pekerja justru mengalami kebocoran finansial saat WFH. Mulai dari tagihan listrik yang meningkat, kebiasaan jajan online, hingga pengeluaran kecil yang tidak terkontrol, semuanya bisa diam-diam menggerus keuangan.
Jika tidak diatur dengan strategi yang tepat, WFH justru bisa membuat kondisi finansial semakin tidak sehat.
Lalu, bagaimana cara mengatur keuangan agar tetap hemat selama WFH? Berikut strategi lengkap yang bisa Anda terapkan.
1. Gunakan Power Plan Hemat Energi pada Laptop
Salah satu sumber pengeluaran tersembunyi saat WFH adalah listrik. Penggunaan laptop atau komputer dalam waktu lama bisa meningkatkan tagihan bulanan.
Mengaktifkan mode Power Saver atau Balanced membantu mengurangi konsumsi daya tanpa mengganggu produktivitas kerja. Selain itu, menurunkan tingkat kecerahan layar dan mematikan aplikasi yang tidak digunakan juga bisa memberikan dampak signifikan.
Langkah kecil ini sering diabaikan, padahal jika dilakukan konsisten, penghematan listrik bisa terasa dalam jangka panjang.
2. Masak Sendiri untuk Menekan Pengeluaran
Kebiasaan memesan makanan secara online menjadi salah satu penyebab utama pemborosan saat WFH.
Padahal, memasak sendiri jauh lebih hemat dan sehat. Dengan perencanaan menu mingguan (meal planning), Anda bisa mengontrol pengeluaran sekaligus memastikan asupan nutrisi tetap terjaga.
Selain itu, memasak sendiri juga menghindarkan Anda dari biaya tambahan seperti ongkir dan biaya layanan aplikasi.
3. Manfaatkan Tethering dan Data Saver
Penggunaan internet menjadi kebutuhan utama saat WFH. Namun, tanpa pengelolaan yang baik, biaya internet bisa membengkak.
Menggunakan fitur data saver serta tethering dari ponsel dapat menjadi solusi hemat, terutama jika Anda memiliki paket data besar yang jarang terpakai.
Hindari penggunaan data untuk aktivitas non-produktif seperti streaming berlebihan saat jam kerja.
4. Hindari Nongkrong Saat Jam Kerja
WFH sering membuat batas antara kerja dan kehidupan sosial menjadi kabur. Tidak sedikit pekerja yang tetap keluar rumah untuk nongkrong atau bekerja dari kafe.
Padahal, kebiasaan ini dapat meningkatkan pengeluaran secara signifikan. Mulai dari biaya makanan, minuman, hingga transportasi.
Menetapkan disiplin kerja di rumah adalah kunci agar pengeluaran tetap terkendali.
5. Manfaatkan Cahaya Alami
Menggunakan pencahayaan alami di siang hari tidak hanya menghemat listrik, tetapi juga baik untuk kesehatan.
Posisikan meja kerja dekat jendela agar Anda tidak perlu menyalakan lampu sepanjang hari. Selain hemat, suasana kerja juga menjadi lebih nyaman dan produktif.
6. Jalan Kaki atau Bersepeda untuk Jarak Dekat
Meski bekerja dari rumah, kebutuhan keluar rumah tetap ada, seperti membeli kebutuhan harian.
Untuk jarak dekat, biasakan berjalan kaki atau bersepeda daripada menggunakan kendaraan bermotor. Selain hemat bensin, cara ini juga menyehatkan tubuh.
7. Kurangi Pengeluaran Kecil yang Sering Tidak Disadari
Pengeluaran kecil seperti kopi harian, camilan, atau layanan delivery sering dianggap sepele.
Namun, jika dikumpulkan dalam satu bulan, jumlahnya bisa sangat besar.
Membatasi pengeluaran kecil ini, misalnya dengan aturan "tidak jajan di hari kerja", dapat memberikan dampak signifikan pada kondisi keuangan Anda.
8. Tetapkan Budget Harian Selama WFH
Tanpa batasan yang jelas, pengeluaran selama WFH bisa sulit dikontrol.
Menentukan anggaran harian, misalnya Rp20.000-Rp30.000 untuk kebutuhan di luar kebutuhan pokok, dapat membantu menjaga disiplin finansial.
Metode ini sederhana, tetapi efektif untuk mencegah pemborosan.
9. Catat dan Evaluasi Pengeluaran
Mencatat setiap pengeluaran adalah langkah penting dalam mengelola keuangan.
Dengan mencatat, Anda bisa mengetahui pola pengeluaran dan mengidentifikasi kebocoran finansial.
Gunakan aplikasi keuangan atau spreadsheet sederhana untuk memudahkan pencatatan dan evaluasi mingguan.
10. Buat Meal Plan dan Belanja Secara Efisien
Perencanaan makanan mingguan membantu Anda menghindari pembelian impulsif.
Selain itu, membeli bahan makanan dalam jumlah besar atau saat promo dapat menekan biaya pengeluaran.
Belanja dengan daftar yang jelas juga membantu menghindari pengeluaran yang tidak perlu.
11. Optimalkan Penggunaan Internet
Internet adalah kebutuhan utama saat WFH, tetapi penggunaannya harus tetap efisien.
Unduh file besar saat malam hari jika memiliki paket kuota khusus. Selain itu, hindari penggunaan bandwidth untuk aktivitas hiburan saat jam kerja.
Langkah ini membantu menjaga biaya tetap stabil.
12. Kurangi FOMO dan Pengeluaran Sosial
Fenomena Fear of Missing Out (FOMO) sering membuat seseorang sulit menolak ajakan nongkrong atau aktivitas sosial lainnya.
Padahal, pengeluaran sosial yang tidak direncanakan bisa mengganggu kondisi keuangan.
Menggantinya dengan aktivitas gratis seperti virtual hangout bisa menjadi solusi yang lebih hemat.
13. Maksimalkan Fasilitas di Rumah
WFH memberikan keuntungan berupa akses penuh ke fasilitas rumah.
Gunakan peralatan yang ada, seperti membuat kopi sendiri atau berolahraga di rumah, daripada mengeluarkan biaya tambahan di luar.
Dengan memaksimalkan apa yang dimiliki, Anda bisa menghemat lebih banyak.
14. Gunakan Smart Plug dan Matikan Perangkat Tidak Terpakai
Perangkat elektronik yang tetap terhubung ke listrik meski tidak digunakan tetap mengonsumsi daya.
Menggunakan smart plug atau mencabut perangkat saat tidak digunakan dapat mengurangi pemborosan listrik.
Langkah sederhana ini sering diabaikan, padahal dampaknya cukup besar dalam jangka panjang.
15. Alihkan Pengeluaran WFO Menjadi Tabungan
Salah satu keuntungan terbesar WFH adalah tidak adanya biaya transportasi harian.
Alih-alih digunakan untuk konsumsi, dana ini sebaiknya dialihkan ke tabungan atau investasi.
Dengan cara ini, WFH tidak hanya menghemat pengeluaran, tetapi juga meningkatkan kondisi finansial secara keseluruhan.
16. Terapkan Prinsip 50/30/20
Untuk menjaga keseimbangan keuangan, Anda bisa menggunakan metode 50/30/20, yaitu:
-
50% untuk kebutuhan pokok
-
30% untuk keinginan
-
20% untuk tabungan atau investasi
Metode ini membantu menjaga pengeluaran tetap terkontrol meski bekerja dari rumah.
Kesimpulan
WFH bukan jaminan otomatis untuk hidup lebih hemat. Tanpa pengelolaan yang tepat, justru banyak pengeluaran baru yang muncul dan tidak disadari.
Dengan menerapkan strategi seperti menghemat listrik, memasak sendiri, membatasi pengeluaran kecil, hingga disiplin dalam mencatat keuangan, Anda bisa menjaga kondisi finansial tetap sehat.
Kunci utama dari semua strategi ini adalah konsistensi dan disiplin. Dengan kebiasaan yang tepat, WFH tidak hanya meningkatkan produktivitas, tetapi juga memperkuat kondisi keuangan Anda dalam jangka panjang.
(dag/dag)
Addsource on Google

14 hours ago
2
















































