Cara Baru Cari Informasi: Tinggalkan Banyak Tab, Beralih ke AI Search

2 hours ago 1

AI Search (ilustrasi). Munculnya AI Search atau pencarian berbasis kecerdasan buatan telah mengubah cara masyarakat mengakses informasi, dari yang tadinya eksplorasi manual menjadi penerimaan jawaban instan yang sudah terkurasi secara kontekstual.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dunia digital dinilai berada di ambang pergeseran paradigma yang fundamental. Jika selama dua dekade terakhir kita terbiasa dengan ritual mengetik kata kunci di mesin pencari tradisional lalu memilah daftar tautan satu per satu, kini kebiasaan tersebut mulai terkikis.

Munculnya AI Search atau pencarian berbasis kecerdasan buatan telah mengubah cara masyarakat mengakses informasi, dari yang tadinya eksplorasi manual menjadi penerimaan jawaban instan yang sudah terkurasi secara kontekstual. Fenomena ini dinilai bukan sekadar tren teknologi sesaat, melainkan perubahan struktural pada ekspektasi pengguna. Saat ini, pencarian tidak lagi dipahami sebagai proses navigasi antarhalaman web, melainkan sebuah kebutuhan untuk mendapatkan solusi yang cepat, relevan, dan siap pakai.

AI Search bekerja dengan cara yang jauh lebih canggih daripada sekadar mencocokkan teks. Dia menggabungkan pemrosesan bahasa alami dengan pemetaan relasi antar entitas informasi. Hasilnya, AI mampu menafsirkan niat pengguna dan menyintesis berbagai sumber menjadi satu jawaban tunggal yang komprehensif.

Dalam ekosistem baru ini, peran mesin pencari konvensional bergeser menjadi penyedia data mentah atau infrastruktur pengindeks, sementara AI bertindak sebagai "perangkai" yang mengolah dan menyajikan pengetahuan tersebut. Transisi ini secara otomatis mengubah peran pencarian digital dari sekadar penunjuk jalan menjadi sistem penyampai pengetahuan yang aktif.

Head of GEO & AI Optimization di Undercover.co.id, Jave Danish Arkan, menyoroti betapa dalamnya pergeseran perilaku ini. “Yang berubah bukan hanya teknologinya, tetapi cara manusia berinteraksi dengan informasi,” ujar Jave dalam keterangan tertulis yang diterima Republika pada Kamis (15/1/2026).

Dia mengatakan kenyamanan mendapatkan jawaban langsung tanpa harus membuka banyak tab atau halaman telah membentuk standar baru bagi netizen modern. “Pengguna kini semakin terbiasa menerima jawaban langsung dari sistem AI, tanpa perlu membuka banyak halaman seperti sebelumnya,” ujarnya.

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |