CNN Indonesia
Sabtu, 07 Mar 2026 20:15 WIB
Ilustrasi. Agak sulit untuk tahu seseorang sedang berbohong atau tidak, tetapi bukan berarti tak mungkin. Kenali bahasa tubuh saat orang berbohong. (iStockphoto/nemke)
Jakarta, CNN Indonesia --
Berbohong sebenarnya perilaku yang lumrah dilakukan. Banyak orang melakukannya demi berbagai alasan, misalnya untuk menghindari konflik atau bahkan menutupi kesalahan.
Meski begitu, bohong tetaplah bohong. Bohong bisa menimbulkan dampak buruk jika terus dilakukan. Sebab, sekecil apa pun kebohongan dapat memicu kesalahpahaman hingga meruntuhkan kepercayaan orang di sekitarmu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebenarnya, sulit untuk menentukan seseorang sedang berbohong atau tidak, tetapi bukan berarti hal tersebut tak mungkin.
Merujuk laman Time, untuk mengidentifikasi kebohongan pertama-tama kamu harus tahu kecenderungannya bersikap ketika mereka jujur. Setelah pola perilaku dasar dari orang itu kamu kenali, lalu perhatikan perubahan perilakunya.
Penulis buku 'The Body Language of Liars' Lillian Glass menjelaskan bahwa perubahan tersebut biasanya terlihat dalam empat aspek utama, yaitu gerakan tubuh, ekspresi wajah, nada suara, dan isi pembicaraan.
Keempat hal ini menjadi sinyal komunikasi yang dapat memberikan petunjuk bahwa seorang sedang bohong atau tidak.
"Itulah kode-kode komunikasi," ujarnya, dikutip dari Time.
Nah, jika kamu sedang mencurigai orang lain yang sedang berbohong, amati tanda-tanda fisik berikut untuk mengetahuinya. Ada beberapa sinyal yang disebutkan oleh para ahli bahasa tubuh yang dapat untuk diperhatikan.
1. Isyarat tubuh
Orang yang sedang berbohong disebut sering melakukan gerakan tangan atau tubuh setelah berbicara. Berdasarkan studi yang dilakukan Universitas Michigan pada 2015, ditemukan bahwa mereka yang berbohong lebih cenderung 'memainkan' tangan mereka daripada mereka yang berkata jujur.
Dalam studi tersebut juga, ketika orang tidak jujur, mereka juga cenderung menyembunyikan tangannya dari lawan bicara.
"Ini sinyal bawah sadar bahwa mereka menyembunyikan informasi, emosi, atau bahkan berbohong. Mereka mungkin memasukkannya ke dalam saku atau bahkan menyelipkannya di bawah meja," ujar pakar bahasa tubuh Traci Brown.
Isyarat bahasa tubuh lainnya yang mudah dikenali seperti mengayunkan tubuh maju mundur, memiringkan kepala ke samping, menggeser kaki, atau memainkan rambut.
Ketika seseorang gugup atau gelisah karena bohong, sistem saraf dapat menyebabkan orang tersebut merasakan gatal atau kesemutan di tubuhnya.
2. Isyarat wajah
Isyarat wajah merupakan reaksi alami yang sering kali muncul tanpa disadari pelakunya. Seseorang yang berbohong biasanya menggerakkan mata, berkedip, atau menyipitkan mata. Ini dilakukan saat mereka mencoba memikirkan apa yang akan dikatakan selanjutnya.
Seseorang juga mungkin akan menatap dalam-dalam lawan bicaranya atau justru menghindari kontak mata dan memalingkan wajah.
Selain itu, menggigit hampir semua bibir juga bisa menjadi tanda seseorang berbohong dengan cara menyembunyikan sesuatu. "Berdasarkan pengalaman saya, ketika orang melakukan itu, mereka menyembunyikan emosi atau fakta," ujar Brown.
Penelitian yang dilakukan di UCLA pun menemukan bahwa orang yang berbohong cenderung refleks mengerutkan bibir saat ditanya pertanyaan sensitif.
3. Ekspresi wajah
Sedikit berbeda dengan isyarat wajah, ekspresi juga dapat dikenali saat seseorang berusaha menutupi kebohongan. Sebab ketika bohong, orang cenderung menunjukkan ekspresi yang tidak tepat karena dipengaruhi perasaan sebenarnya.
Misalnya, menampilkan senyum tipis yang hanya menggerakkan bibir tanpa melibatkan mata dan bertahan terlalu lama. Senyum palsu ini bukan menandakan emosi yang tulus.
4. Gaya bicara
Ketika seseorang gugup dan stres, otot-otot di pita suara mungkin mengencang. Ini menyebabkan suara terdengar lebih tinggi. Kamu mungkin juga mendengar suara serak pada seseorang yang berbohohong.
Berdehem akan dilakukan untuk mengatasi ketidaknyamanan akibat otot yang mengencang, yang terkadang juga dapat menandakan ketidakjujuran.
Ditambahkan dari laman Verywellmind, mengulangi pertanyaan sebelum menjawab, mengulang cerita yang sama berkali-kali, serta berbicara dengan kalimat terputus-putus dapat menjadi tanda seseorang sedang mencoba menutupi informasi sebenarnya.
Sering menggumam seperti 'ee' atau 'mmm' juga kerap menjadi sinyal ketika orang mencoba mengulur waktu untuk memikirkan apa yang akan mereka katakan selanjutnya.
(fef)

2 hours ago
2
















































