Jakarta, CNBC Indonesia - Banyak orang menganggap ibadah haji hanya bisa dilakukan oleh mereka yang sudah benar-benar mapan secara finansial. Ketika mendengar biaya ongkos naik haji (ONH) yang mencapai puluhan juta rupiah, tidak sedikit yang langsung mengurungkan niat dengan satu alasan: "Belum mampu."
Padahal, sistem penyelenggaraan haji reguler di Indonesia tidak mengharuskan calon jemaah memiliki seluruh biaya di awal.
Melalui mekanisme resmi pemerintah, yang kini dikelola oleh Kementerian Haji dan Umrah, masyarakat dapat mulai mendaftar haji tanpa harus memiliki seluruh biaya di awal.
Sistem Haji Reguler di Indonesia dan Daftar Tunggu
Indonesia menerapkan sistem waiting list (daftar tunggu) untuk keberangkatan haji reguler. Artinya, setiap calon jemaah akan mendapatkan nomor antrean (nomor porsi) yang menentukan kapan mereka bisa berangkat.
Di banyak daerah, waktu tunggu saat ini berkisar antara 15 hingga lebih dari 25 tahun, bahkan bisa lebih lama tergantung kuota. Di sinilah letak poin krusial yang sering disalahpahami.
Kunci berangkat haji reguler bukan sekadar soal mampu membayar, tetapi seberapa cepat Anda masuk antrean.
Setoran Awal Haji Reguler Rp25 Juta
Untuk mendapatkan nomor porsi, calon jemaah cukup menyetorkan dana awal sekitar Rp25 juta (dapat berubah sesuai kebijakan pemerintah). Setelah setoran awal dilakukan:
-
Anda resmi masuk daftar tunggu
-
Nomor antrean langsung didapat
-
Jadwal keberangkatan mulai "terkunci"
Artinya, Anda tidak perlu menunggu hingga memiliki dana penuh untuk mulai mendaftar.
Kenapa Harus Daftar Haji Lebih Cepat? Ini Alasannya
Banyak orang fokus pada total biaya haji yang besar, padahal dalam praktiknya, yang jauh lebih menentukan adalah kecepatan mengambil posisi dalam antrean. Semakin cepat mendaftar:
-
Semakin cepat mendapatkan nomor porsi
-
Semakin dekat dengan jadwal keberangkatan
-
Semakin panjang waktu untuk menyiapkan sisa biaya
Dengan kata lain, menunda justru membuat waktu tunggu semakin panjang. Bukan semakin ringan.
Skema Pembayaran Haji Reguler: Tidak Harus Langsung Lunas
Setelah setoran awal, calon jemaah tidak diwajibkan langsung melunasi seluruh biaya. Skema umumnya adalah:
-
Setor awal dan dapat nomor porsi
-
Masuk antrean sesuai wilayah
-
Menunggu bertahun-tahun
-
Pelunasan dilakukan menjelang keberangkatan
Selama masa tunggu tersebut, dana yang tersimpan juga dikelola oleh pemerintah melalui Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) untuk memberikan nilai manfaat. Calon jemaah memiliki waktu panjang untuk menyiapkan sisa biaya secara bertahap.
Cara Mengumpulkan Uang Rp25 Juta untuk Setoran Awal Haji Reguler
Agar lebih mudah dipahami, berikut gambaran sederhana mengenai bagaimana setoran awal sekitar Rp25 juta bisa dikumpulkan secara bertahap, berdasarkan kondisi finansial yang umum di masyarakat.
Jika ditarik dalam jangka waktu dua tahun, kebutuhan setoran awal sebenarnya tidak sebesar yang terlihat di awal. Dengan asumsi:
-
Rp25 juta dibagi 24 bulan
-
Hasilnya sekitar Rp1 juta per bulan
-
Atau setara kurang lebih Rp30 ribu-Rp35 ribu per hari
Simulasi Menabung Haji Berdasarkan Gaji Bulanan
Untuk memberikan gambaran yang lebih konkret, berikut simulasi berdasarkan beberapa level gaji.
Gaji Rp4 Juta: Berapa Lama Nabung Haji
Pada level ini, ruang menabung memang terbatas. Namun masih memungkinkan jika dikombinasikan dengan sumber penghasilan tambahan. Misalnya:
-
Tabungan rutin sekitar Rp800 ribu per bulan
-
Tambahan dari usaha kecil atau freelance sekitar Rp400 ribu-Rp500 ribu
Sehingga total tabungan bisa mencapai sekitar Rp1,2-Rp1,3 juta per bulan. Dengan skema tersebut, target Rp25 juta dapat tercapai dalam waktu sekitar 18-20 bulan.
Gaji Rp6 Juta: Strategi Lebih Cepat
Dengan penghasilan yang lebih longgar, alokasi tabungan bisa ditingkatkan. Contohnya
-
Menyisihkan Rp1,5 juta dari gaji utama
-
Ditambah penghasilan tambahan sekitar Rp500 ribu
Total tabungan menjadi sekitar Rp2 juta per bulan. Dalam kondisi ini, setoran awal haji bisa terkumpul dalam waktu sekitar 12 hingga 13 bulan.
Gaji Rp10 Juta: Bisa Kurang dari 1 Tahun
Pada level ini, secara matematis kemampuan untuk menabung jauh lebih besar. Namun dalam praktiknya, sering kali tergerus oleh gaya hidup. Jika dilakukan pengaturan sederhana: Alokasi sekitar 20% dari penghasilan (±Rp2 juta per bulan).
Maka target Rp25 juta dapat dicapai dalam waktu sekitar 12 bulan. Apabila ditambah dengan dana tidak rutin seperti THR dan bonus tahunan.
Waktu pengumpulan bahkan bisa dipercepat menjadi kurang dari satu tahun.
(dag/dag)
Addsource on Google

16 hours ago
3
















































