Cegah HIV-AIDS Remaja SMP Kota Cirebon Melalui Kampanye Youth Care

4 days ago 2
Cegah HIV-AIDS Remaja SMP Kota Cirebon Melalui Kampanye Youth Care Ilustrasi(Dok Istimewa)

Upaya mencegah HIV-AIDS dan infeksi menular seksual (IMS) pada remaja kini memasuki babak baru dengan memanfaatkan teknologi digital. Edukasi sejak dini dan deteksi risiko yang adaptif terhadap karakter generasi masa kini menjadi kunci utama dalam membangun perlindungan kesehatan remaja, khususnya di tingkat SMP/MTs.

Penanganan persoalan kesehatan seksual dan reproduksi remaja memerlukan kolaborasi lintas institusi. Hal inilah yang mendasari tim peneliti Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya bersinergi dengan Pemerintah Kota Cirebon, Komisi Penanggulangan AIDS (KPA), tenaga kesehatan, psikolog, hingga guru sekolah dalam program edukasi bertajuk "Youth Care: Bekal Digital Remaja SMP/MTs Kota Cirebon Kenali HIV-AIDS dan IMS Sejak Dini".

Ketua Tim Penelitian Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya Prodi DIII RMIK Cirebon, Elfi, mengungkapkan bahwa urgensi edukasi ini didorong oleh data kasus HIV-AIDS di Kota Cirebon yang masih fluktuatif dalam tiga tahun terakhir. Berdasarkan data KPA Kota Cirebon, kasus HIV baru tercatat sebanyak 335 kasus pada 2023, 173 kasus pada 2024, dan 125 kasus pada 2025. Sementara itu, kasus AIDS baru tercatat sebanyak 105 kasus pada 2023, 35 kasus pada 2024, dan meningkat kembali menjadi 55 kasus pada 2025.

"Data tersebut menjadi pengingat bahwa pencegahan perlu dilakukan secara berkelanjutan, termasuk melalui kelompok usia remaja," ujar Elfi di Aula Ki Hajar Dewantara Dinas Pendidikan Kota Cirebon, Rabu (12/8).

Inovasi Skrining Digital Youth Care

Dalam penelitiannya, tim Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya menemukan bahwa proses deteksi dini perilaku berisiko di KPA Kota Cirebon sebelumnya masih menggunakan kuesioner cetak. Metode manual ini memiliki tantangan tersendiri, mulai dari waktu rekapitulasi yang lama hingga potensi kesalahan pencatatan.

Sebagai solusi, dikembangkanlah Youth Care, sebuah website instrumen skrining digital. Platform ini dirancang khusus untuk remaja dengan fitur yang mencakup:

  • Skrining perilaku berisiko secara mandiri.
  • Hasil tingkat risiko instan.
  • Rekomendasi tindak lanjut medis atau psikologis.
  • Materi edukasi kesehatan reproduksi, HIV, dan AIDS.

“Teknologi seharusnya tidak hanya digunakan untuk hiburan, tetapi juga menjadi sarana yang membantu remaja mengambil keputusan yang lebih sehat,” tegas Elfi. Ia menambahkan bahwa aspek kerahasiaan data pengguna menjadi prioritas utama dalam pengembangan website ini agar remaja merasa aman saat mengaksesnya.

Peran Strategis Guru dan Sekolah

Kegiatan ini juga melibatkan guru mata pelajaran IPA dan PJOK SMP/MTs se-Kota Cirebon. Sekolah dinilai sebagai garda terdepan dalam membangun literasi kesehatan. Melalui pendekatan edukatif yang sesuai usia, materi HIV-AIDS tidak lagi menjadi hal yang tabu atau menakutkan bagi siswa.

Elfi menekankan bahwa guru berperan sebagai penghubung antara teori di kelas dengan realitas kesehatan sehari-hari. Remaja dibekali kemampuan untuk mengenali informasi yang benar, memahami risiko, serta mengetahui kapan dan ke mana harus mencari bantuan profesional.

Meski digitalisasi menjadi langkah maju, Elfi mengingatkan bahwa teknologi hanyalah alat. Hasil skrining digital harus tetap diikuti dengan langkah nyata berupa konseling, pendampingan, dan rujukan medis yang tepat. Ke depan, inovasi Youth Care akan terus dievaluasi untuk melihat kontribusinya terhadap perubahan perilaku remaja secara jangka panjang.

Langkah kolaboratif ini diharapkan mampu membentuk ekosistem kesehatan remaja di Kota Cirebon yang lebih adaptif dan responsif. Dengan membekali remaja melalui pengetahuan dan akses digital yang tepat, diharapkan mereka mampu menjaga masa depan dari ancaman HIV-AIDS dan IMS sejak dini.

Peserta Kegiatan:
Kegiatan ini dihadiri oleh tim peneliti Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya, Kabag Kesra Setda Pemkot Cirebon, perwakilan RS Ciremai, KPA Kota Cirebon, Psikolog RSD Gunung Jati, serta guru IPA dan PJOK SMP/MTs se-Kota Cirebon.

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |