China Latihan Militer, KDEI Taipei Sebut Belum Ada Imbauan untuk WNI

1 day ago 4

CNN Indonesia

Rabu, 02 Apr 2025 16:41 WIB

Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) Taipei menyatakan akan terus memantau situasi menyusul latihan tembak langsung militer China di dekat Taiwan. Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) Taipei menyatakan akan terus memantau situasi menyusul latihan tembak langsung militer China di dekat Taiwan. (Eastern Theatre Command/Handout via REUTERS)

Jakarta, CNN Indonesia --

Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) Taipei akan terus memantau situasi pasca-latihan latihan militer berskala besar China di dekat Taiwan, Rabu (2/4). Latihan militer ini sudah berlangsung sejak kemarin.

Kabid Perlindungan Warga Negara Indonesia Penerangan Sosial Budaya KDEI Taipei, Novrizal, mengatakan militer China memang kerap latihan militer sejak dua tahun lalu.

"Sampai saat ini kami tidak mengeluarkan imbauan untuk WNI," kata Novrizal kepada CNNIndonesia.com, Rabu (2/4).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia lalu berujar, "Sebagai informasi latihan militer seperti ini sudah sering terjadi sejak 2023. Kami akan monitor terus perkembangannya."

China menggelar latihan militer skala besar yang disebut Strait Thunder dekat Taiwan pada hari ini.

Latihan militer ini mencakup latihan tembak langsung di Laut China timur dan latihan serangan jarak jauh terhadap simulasi fasilitas infrastruktur penting.

Juru bicara Komando Pangkalan Timur China Kolonel Shi Yi mengatakan latihan berlangsung di selatan Selat Taiwan dengan fokus menguji kemampuan pasukan dalam blokade dan kendali bersama.

"Latihan tersebut melibatkan serangan presisi terhadap target simulasi seperti pelabuhan utama dan fasilitas energi dan mencapai hasil yang diharapkan," kata Shi, dikutip CNN.

Dalam beberapa tahun terakhir, China memang kerap latihan militer dekat Taiwan. China juga berulang kali menegaskan bakal mengambil tindakan militer jika Taiwan main api.

Taiwan ingin memisahkan diri dari China. Namun, pemerintahan yang berbasis di Beijing menegaskan akan melakukan segala cara jika perlu dengan paksa untuk mempertahankan pulau tersebut.

(isa/vws)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |