Dampak Hantaman Rudal Iran Disensor Ketat, Jurnalis India Viral Ungkap Skala Kehancuran Israel

18 hours ago 3

Pasukan penyelamat bekerja di antara puing-puing setelah serangan rudal Iran yang menghantam Beit Shemesh dekat Yerusalem, Israel, 01 Maret 2026.

REPUBLIKA.CO.ID, NEW DELHI -- Seorang jurnalis asal India, Brijmohan Singh, belakangan viral atas klaimnya mengungkap dampak kerusakan parah di Israel akibat hantaman rudal-rudal Iran. Singh yang adalah kepala dari Sadhna Plus News menyebut pemerintah Israel menyensor ketat media dan warganya agar tidak mempublikasikan lokasi atau bangunan yang rusak akibat serangan Iran.

Lewat potongan video yang tersebar di media sosial, Singh membagikan observasinya setelah ia kembali ke India dari Israel, di mana sebelumnya ia sempat meliput kunjungan Perdana Menteri India Narendra Modi. Menurut laporan, Singh dan beberapa jurnalis India lain sempat terdampar di Israel usai penerbangan mereka dibatalkan seiring meningkatnya eskalasi ketegangan antara AS-Israel dan Iran.

Singh mengungkap pengalamannya di Israel selama konflik dan menggambarkan situasi yang dia saksikan. Menurutnya, hantaman rudal Iran mengakibatkan kerusakan parah di beberapa area di Israel. Dia pun mengeklaim, bahkan tempat perlindungan bawah tanah atau bunker sedalam sekitar 30 meter tidak sepenuhnya aman dari serangan Iran.

"Saat rudal menghantam, itu tidak membedakan apakah Anda seorang India atau Israel," kata Singh.

"Orang-orang berpikir bunker memberikan jaminan keamanan, tapi saya melihat orang-orang menderita bahkan jauh di bawah tanah," ujarnya menambahkan.

Singh juga menduga pembatasan ketat terhadap media diterapkan oleh Israel selama perang berlangsung. Dia mengatakan, jurnalis tidak boleh merekam jasad atau warga yang terluka. Media juga dibatasi dari kunjungan ke rumah sakit untuk memverifikasi jumlah korban jiwa.

"Kami tidak boleh mengambil gambar dari yang tewas atau terluka, dan kami tidak boleh pergi ke rumah sakit," kata Singh, sambil menambahkan bahwa detail dari lokasi dan jumlah korban dirahasiakan oleh otoritas setempat.

Singh juga mengeklaim bahwa di beberapa kasus dilaporkan hanya jatuh satu korban jiwa, padahal warga setempat mengatakan kepada jurnalis bahwa satu keluarga terbunuh oleh rudal Iran. Dia juga mempertanyakan efektivitas teknologi pertahanan Israel, karena menurutnya, beberapa rudal Iran langsung menghantam bumi tanpa ada bunyi sirine sebelumnya.

"Orang-orang bilang Israel memiliki teknologi canggih, tapi di satu pagi pernah tidak ada sirene sama sekali dan rudal tiba-tiba menghantam," ujat Singh.

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |