Dari Juara Olimpiade Hingga Diplomat, Lima Perempuan Indonesia Bicara Soal Kekuatan

4 hours ago 5

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Pada momentum Hari Kartini, ParagonCorp sebagai Purposeful Beauty Tech Company asal Indonesia, menggelar diskusi “Her Strength, Her Light: A Journey through Doubt, Growth, and Becoming” di Wisma Habibie & Ainun.

Acara ini sekaligus memperkuat komitmen ParagonCorp mendukung pemberdayaan perempuan melalui pengembangan inisiatif Women’s Space.

Perjalanan, Keraguan, dan Kekuatan Perempuan

Sesi ini menghadirkan Retno Marsudi, Susy Susanti, Nikita Willy, Nadia Habibie, serta dr Sari Chairunnisa, yang dipandu Marissa Anita, dalam diskusi reflektif mengenai kekuatan yang terbentuk dari perjalanan hidup masing-masing.

Mengangkat narasi “menemukan kekuatan di balik rasa belum cukup”, ParagonCorp menyoroti banyak perempuan memiliki keinginan untuk berkembang tetapi masih dihadapkan pada keraguan diri.

Deputy CEO and Chief R&D Officer ParagonCorp, dr Sari Chairunnisa menuturkan, berbagai studi menunjukkan mayoritas perempuan memiliki motivasi untuk berkembang tetapi tidak semuanya memiliki tingkat kepercayaan diri yang cukup untuk melangkah.

‘’Sebagai contoh, riset Mestara (2025) menunjukkan 83 persen perempuan ingin berkembang, namun hanya sekitar 30 persenyang merasa cukup percaya diri untuk mengambil langkah tersebut,’’ katanya dalam pernyataan, Rabu (22/4/2026).

Sering kali, jelas dia, perempuan terlihat tenang dan mampu, tetapi di dalamnya tetap ada pertanyaan: apakah saya sudah cukup?

‘’Saya juga pernah berada di titik itu. Namun saya belajar, keraguan bukan sesuatu yang harus dihilangkan melainkan dihadapi dan justru dari situlah kita bertumbuh, sekaligus tetap rendah hati,”katanya menegaskan.

Terinspirasi dari kisah BJ Habibie dan Hasri Ainun Besari, sesi ini juga menekankan pentingnya dukungan dan relasi dalam perjalanan perempuan.

Mantan menlu, Retno Marsudi, “Pertanyaan ‘saya sudah cukup belum ya?’ atau ‘saya masih bisa lebih maju nggak ya?’ sering muncul di benak kita sebagai perempuan. Namun bagi saya, justru saat pertanyaan itu hadir, di situlah semangat saya tumbuh.”

Susy Susanti, menambahkan, dirinya tumbuh di dunia yang didominasi laki-laki. Namun pesan untuk pantang menyerah menjadi kekuatan baginya untuk terus maju. Bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk membuka jalan bagi perempuan lain.

Nikita Willy juga mengisahkan perjalanannya. Hidup di ruang publik, kata dia, membuat perempuan sering dihadapkan pada ekspektasi dan penilaian orang lain. Namun di setiap fase kehidupan, ia belajar tetap jujur pada diri sendiri dan konsisten dengan apa yang ia jalani.

Melengkapi perspektif ini, Nadia Habibie menyampaikan, “Privilege bukan hanya tentang kesempatan, tetapi juga tanggung jawab bagaimana kita bisa memberi dampak bagi sekitar.”

Women’s Space: Dari Ruang Aman menjadi Ekosistem Kepemimpinan

Di balik berbagai perjalanan tersebut, satu benang merah muncul tidak ada satu pun perempuan yang bertumbuh sendirian. Selalu ada lingkungan yang mendukung dan menopang di setiap fase kehidupan the circle that holds her.

Namun, tidak semua perempuan memiliki akses terhadap dukungan tersebut.

Lebih dari seribu perempuan yang telah menjadi bagian dari komunitas Women’s Space, kebutuhan terbesar yang muncul adalah keinginan untuk bertumbuh, namun belum memiliki ruang yang aman untuk mencoba.

Melihat kebutuhan ini, ParagonCorp menghadirkan Women’s Space sebagai ruang bagi perempuan untuk bertumbuh, belajar, dan saling menguatkan.

Sejak dimulai pada 2023, Women’s Space telah menjangkau lebih dari 10 ribu perempuan melalui roadshow di Jakarta, Yogyakarta, Surabaya, Palembang, dan Makassar, dengan lebih dari 1.000 peserta yang kini tergabung aktif dalam komunitas.

Women’s Space dirancang sebagai wadah bagi perempuan penggerak Indonesia untuk mengembangkan kapasitas kepemimpinan, meningkatkan keterampilan yang relevan, serta membangun jejaring dalam ruang yang aman dan suportif.

Memasuki fase pengembangan, ParagonCorp menghadirkan program mentorship sebagai langkah strategis untuk memperkuat dampak.

Inspiration builds community, but mentorship builds leaders. Program ini dikembangkan dalam empat pilar kepemimpinan, yaitu Leading Self, Leading Systems, Leading Enterprise, dan Leading Narratives. Pelaksanaan program ini didukung para mentor perempuan dari berbagai latar belakang, seperti:

-Analisa Widyaningrum, CEO APDC Indonesia; Psikolog, Konsultan, dan Trainer

-Shana Fatina, Founder & CEO Komodo Water

-Nadia Habibie, Executive Board The Habibie Center; Executive Director Habibie & Ainun Foundation

-Prita Ghozie, Founder & CEO Zapfinance

Melalui Women’s Space, ParagonCorp menargetkan lahirnya perempuan-perempuan pemimpin yang tidak hanya berkembang secara individu, tetapi juga mampu menciptakan dampak berkelanjutan di lingkungannya.

Women’s Space hadir dengan tujuan nurture grounded women leaders who multiply positive impact across generations.

Sejalan dengan keyakinan ParagonCorp, ketika satu perempuan bertumbuh, dampaknya tidak berhenti pada dirinya sendiri, melainkan meluas ke keluarga, komunitas, hingga generasi berikutnya.

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |