Dedi Mulyadi Minta Kapolda Jabar Tempatkan Polisi Bersenjata di Titik Rawan

1 day ago 10
Dedi Mulyadi Minta Kapolda Jabar Tempatkan Polisi Bersenjata di Titik Rawan GUBERNUR Jawa Barat, Dedi Mulyadi.(Dok. Istimewa)

GUBERNUR Jawa Barat, Dedi Mulyadi, merespons cepat keresahan masyarakat terkait meningkatnya gangguan keamanan di wilayahnya. Dalam langkah strategis untuk menekan angka kriminalitas, Dedi menyatakan telah melakukan koordinasi intensif dengan Kapolda Jawa Barat guna memastikan perlindungan maksimal bagi warga.

Pada Selasa (21/7), Dedi mengungkapkan bahwa salah satu poin utama hasil koordinasi tersebut adalah penguatan pengamanan di titik-titik yang dianggap rawan. Langkah ini diambil sebagai jawaban atas laporan warga yang merasa tidak aman akibat berbagai aksi kejahatan jalanan dan konflik sosial.

Dalam upaya memberikan efek jera sekaligus respons cepat terhadap tindak kriminal, Gubernur Dedi Mulyadi mengusulkan penempatan personel kepolisian bersenjata di lokasi-lokasi strategis yang dinilai memiliki tingkat kerawanan tinggi.

“Berdasarkan koordinasi dengan Kapolda Jabar akan diperkuat pengamanan di titik-titik rawan. Kami juga mengusulkan penempatan personel kepolisian bersenjata di lokasi yang dinilai rawan kejahatan,” ujar Dedi.

Menurutnya, kehadiran fisik aparat dengan perlengkapan memadai di lapangan bukan sekadar tindakan represif, melainkan bagian dari upaya psikologis untuk menciptakan rasa aman bagi masyarakat yang beraktivitas, terutama pada jam-jam rawan.

Fokus Penanganan: Begal hingga Tawuran

Dedi menegaskan bahwa perhatian pemerintah dan aparat keamanan tidak hanya tertuju pada satu jenis kejahatan saja. Pihaknya memetakan sejumlah gangguan keamanan yang menjadi prioritas penanganan, di antaranya:

  • Aksi pembegalan di jalan raya.
  • Perampokan rumah tinggal maupun tempat usaha.
  • Aktivitas geng motor yang meresahkan.
  • Tawuran antar kelompok, baik yang melibatkan anak muda maupun orang dewasa.

“Pembegalan, perampokan, berbagai aksi kriminal yang meresahkan warga, termasuk geng motor dan tawuran antar anak-anak muda maupun tawuran antar orang tua, harus menjadi perhatian bersama,” tegasnya.

Revitalisasi Ronda dan Peran Aktif Masyarakat

Meski pengamanan dari aparat kepolisian ditingkatkan, Dedi Mulyadi menekankan bahwa keamanan wilayah tidak bisa sepenuhnya dibebankan kepada petugas. Ia mengajak seluruh lapisan masyarakat Jawa Barat untuk menghidupkan kembali semangat gotong royong dalam menjaga lingkungan.

Dedi mendorong pengaktifan kembali kegiatan ronda atau patroli rutin di tingkat RT dan RW. Keterlibatan aktif warga dinilai sebagai deteksi dini yang paling efektif dalam mencegah masuknya pelaku kejahatan ke pemukiman.

Strategi Keamanan Terpadu Jawa Barat:

  1. Peningkatan patroli kepolisian di titik rawan (Hotspots).
  2. Penempatan personel bersenjata untuk antisipasi kejahatan berat.
  3. Koordinasi lintas sektoral antara Pemprov dan Polda Jabar.
  4. Pengaktifan sistem keamanan lingkungan (Siskamling) oleh warga.

Permohonan Maaf dan Komitmen Pemerintah

Menutup pernyataannya, Gubernur Dedi Mulyadi menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada masyarakat Jawa Barat atas kondisi keamanan yang sempat menimbulkan kekhawatiran dalam beberapa waktu terakhir. Ia memastikan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama aparat keamanan tidak akan tinggal diam.

“Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama aparat keamanan akan terus berupaya meningkatkan perlindungan dan menghadirkan rasa aman bagi seluruh warga,” pungkasnya. (SG/I-1)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |