Ulos Tampil di Panggung Dunia, IFW 2026 Buktikan Wastra Nusantara Kian Mendunia

5 hours ago 7
Ulos Tampil di Panggung Dunia, IFW 2026 Buktikan Wastra Nusantara Kian Mendunia Ilustrasi(Dok Istimewa)

INDUSTRI fesyen nasional semakin menunjukkan perannya sebagai salah satu motor ekonomi kreatif Indonesia. Tak hanya mendorong lahirnya inovasi dan membuka lapangan kerja, sektor ini juga menjadi media efektif untuk memperkenalkan kekayaan budaya nusantara ke panggung internasional melalui pemanfaatan wastra tradisional sebagai inspirasi desain.

Semangat tersebut kembali dihadirkan dalam BTN Indonesia Fashion Week (IFW) 2026 pada 29 Juli hingga 2 Agustus 2026 di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan. Memasuki penyelenggaraan ke-14, ajang fesyen terbesar di Indonesia ini mengusung tema Ulos Simetria, yang mengangkat kain ulos sebagai simbol perpaduan antara warisan budaya dan desain kontemporer.

Ketua Umum Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) sekaligus Presiden BTN Indonesia Fashion Week Poppy Dharsono mengatakan tema tersebut dipilih untuk menunjukkan bahwa budaya Indonesia memiliki potensi besar untuk terus berkembang melalui inovasi.
"Ulos bukan sekadar kain tradisional, tetapi simbol identitas budaya yang dapat diterjemahkan ke dalam karya-karya fesyen modern tanpa kehilangan nilai historisnya," ujar Poppy, Selasa (21/7/2026).

Selama lima hari penyelenggaraan, IFW 2026 akan menampilkan ratusan koleksi dari desainer, fesyen label, Dekranasda, institusi pendidikan, hingga pelaku UMKM dari berbagai daerah. Ajang ini juga menghadirkan desainer internasional dari India, Malaysia, dan Siprus guna memperluas kolaborasi sekaligus memperkuat posisi industri fesyen Indonesia di pasar global.

Penyelenggaraan IFW 2026 mendapat dukungan Kementerian Pariwisata sebagai bagian dari upaya mengembangkan pariwisata berbasis budaya dan ekonomi kreatif. Kehadiran ribuan pengunjung diproyeksikan memberikan efek berganda terhadap sektor perdagangan, transportasi, perhotelan, kuliner, hingga jasa pendukung lainnya.

Pada penyelenggaraan sebelumnya, survei Kementerian Pariwisata mencatat BTN Indonesia Fashion Week 2025 menghasilkan dampak ekonomi sekitar Rp63,88 miliar. Nilai tersebut berasal dari belanja pengunjung untuk produk fesyen, konsumsi, transportasi, hingga akomodasi, dengan sektor pakaian jadi, tekstil, perdagangan, dan penyediaan makanan menjadi penerima manfaat terbesar.

Tak hanya menyuguhkan peragaan busana, IFW 2026 juga mengajak pengunjung menikmati ekosistem kreatif Jakarta melalui berbagai destinasi seni, belanja, dan kuliner di sekitar kawasan Senayan. Pecinta seni dapat mengunjungi Nadi Gallery di Jakarta Barat yang tengah menggelar pameran tunggal Tropical Aliens karya seniman Eko Nugroho hingga 2 Agustus 2026. Pameran ini menghadirkan 34 karya terbaru dalam berbagai medium, mulai dari lukisan, bordir, patung, mural, hingga instalasi, dan dapat dinikmati secara gratis.

Bagi pencinta fesyen lokal, Love and Flair di Plaza Indonesia menawarkan lebih dari 20 label fesyen Indonesia dalam satu gerai, memudahkan pengunjung menemukan beragam koleksi busana dan aksesori karya desainer Tanah Air.

Sementara itu, pengalaman wisata dapat ditutup dengan menikmati beragam pilihan kuliner di Lucy Curated Compound, Kebayoran Baru. Kawasan ini menghadirkan sejumlah restoran dan kafe dengan menu lokal dan internasional dalam satu lokasi, sehingga menjadi destinasi bersantai yang mudah dijangkau dari Senayan.

Rangkaian pengalaman tersebut menunjukkan bahwa Indonesia Fashion Week 2026 bukan sekadar ajang mode, melainkan juga pintu masuk untuk menikmati kekayaan seni, budaya, kuliner, dan produk kreatif Indonesia. Sinergi antara penyelenggaraan event, pelaku industri kreatif, dan destinasi wisata diharapkan mampu memperkuat daya tarik Jakarta sebagai kota kreatif sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional melalui semangat kampanye #DiIndonesiaAja. (H-2)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |