Detik-Detik Hancurnya Peradaban Batu Terkuat di Dunia Hanya dalam 3 Hari

1 hour ago 2

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Di tengah gurun tandus yang kini dikenal sebagai Madain Shaleh di Arab Saudi, pernah berdiri sebuah peradaban besar yang merasa tak akan pernah kalah. Mereka memiliki pasukan, senjata, dan keyakinan bahwa tidak ada kekuatan yang mampu menghancurkan mereka.

Namun menurut kisah yang diabadikan dalam Alquran, seluruh kekuatan itu lenyap hanya dalam satu azab mengerikan.

Kaum Tsamud adalah bangsa yang hidup ribuan tahun lalu di kawasan al-Hijr atau Hegra, yang kini terhubung dengan wilayah al-Ula, sekitar 300 kilometer dari Madinah. Kepada mereka, Allah mengutus Nabi Shaleh untuk mengajak menyembah Allah dan meninggalkan kemaksiatan.

Namun Kaum Tsamud tidak langsung percaya. Mereka menantang Nabi Shaleh menunjukkan mukjizat dengan meminta seekor unta keluar dari bukit batu.

Atas izin Allah, mukjizat itu terjadi. Seekor unta keluar dari bebatuan dan menjadi tanda kebenaran dakwah Nabi Shaleh. Namun ada syarat keras: jangan pernah mengganggu, apalagi membunuh unta tersebut.

Allah SWT berfirman:

وَيَٰقَوْمِ هَٰذِهِۦ نَاقَةُ ٱللَّهِ لَكُمْ ءَايَةً فَذَرُوهَا تَأْكُلْ فِىٓ أَرْضِ ٱللَّهِ وَلَا تَمَسُّوهَا بِسُوٓءٍ فَيَأْخُذَكُمْ عَذَابٌ قَرِيبٌ

Wa yā qaumi hāżihī nāqatullāhi lakum āyatan fa żarūhā takul fī arḍillāhi wa lā tamassūhā bisūin fa ya`khużakum ‘ażābun qarīb.

“Hai kaumku, inilah unta betina dari Allah sebagai mukjizat bagimu. Maka biarkanlah dia makan di bumi Allah dan janganlah kamu mengganggunya, karena kalian akan ditimpa azab yang dekat.”

(QS Hud: 64)

Pada awalnya, banyak Kaum Tsamud mengikuti dakwah Nabi Shaleh. Mereka mengambil manfaat dari susu unta tersebut dan mulai menjalankan ajaran tauhid. Tetapi diam-diam muncul kelompok pembangkang yang iri terhadap pengaruh Nabi Shaleh.

Mereka lalu merancang sesuatu yang disebut dalam kisah itu sebagai awal kehancuran Kaum Tsamud: membunuh unta mukjizat tersebut.

Malam hari, secara sembunyi-sembunyi, unta itu disembelih. Darah mengalir di tengah gelap gurun. Keesokan harinya, warga terkejut mendapati unta tersebut telah mati.

Nabi Shaleh kemudian memberi peringatan yang membuat bulu kuduk merinding.

فَعَقَرُوهَا فَقَالَ تَمَتَّعُوا۟ فِى دَارِكُمْ ثَلَٰثَةَ أَيَّامٍ ۖ ذَٰلِكَ وَعْدٌ غَيْرُ مَكْذُوبٍ

Fa ‘aqarūhā fa qāla tamatta‘ū fī dārikum ṡalāṡata ayyām, żālika wa‘dun gairu makżūb.

“Mereka membunuh unta itu, maka berkata Shaleh: ‘Bersenang-senanglah kalian di rumah selama tiga hari. Itu adalah janji yang tidak dapat didustakan.’”

(QS Hud: 65)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |