Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat berbincang dengan wartawan dalam Buka Puasa Bersama di Kantor Kementerian Keuangan Jakarta, Jumat (6/3/2026).
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menepis kekhawatiran investor terhadap arah kebijakan ekonomi Indonesia yang dinilai tidak konvensional sejak dirinya menjabat. Ia meyakini keraguan tersebut tidak akan berlangsung lama.
Purbaya, yang dikenal blak-blakan dan pro-pertumbuhan, mengatakan kebijakan fiskal yang ia jalankan tetap berada dalam koridor yang sehat meski berbeda dari pendekatan konservatif yang selama ini diterapkan pemerintah.
“Menurut standar internasional mana pun, kami menjalankan kebijakan fiskal yang baik,” kata Purbaya kepada Reuters yang dikutip Republika, Sabtu (7/3/2026).
Penurunan prospek peringkat kredit Indonesia oleh Fitch Ratings dari stabil menjadi negatif pekan ini menjadi salah satu faktor yang memicu kekhawatiran investor. Sejumlah pihak menilai ketidakpastian kebijakan dan disiplin fiskal dapat memengaruhi kepercayaan pasar terhadap ekonomi Indonesia.
Sentimen negatif tersebut turut menekan pasar keuangan. Pada Januari lalu, pasar saham Indonesia tercatat kehilangan sekitar 120 miliar dolar AS nilai kapitalisasi. Investor asing juga tercatat menjual saham Indonesia senilai 415 juta dolar AS hingga 5 Maret, serta melepas obligasi pemerintah sekitar 240 juta dolar AS.
Purbaya mengakui sebagian kekhawatiran muncul karena dirinya masih relatif baru menjabat. “Karena saya masih baru, mereka mungkin berpikir ini bukan menteri yang baik dan tidak tahu apa yang dia lakukan,” ujarnya. “Saya tahu apa yang saya lakukan.”

2 hours ago
1

















































