Tangerang, CNN Indonesia --
Rumah seorang pengajar ngaji inisial A (33) di Kecamatan Sukadiri, Kabupaten Tangerang, Banten, dirusak warga pada Sabtu (25/4).
Peristiwa tersebut dipicu dugaan kasus kekerasan seksual terhadap sejumlah santriwati yang kini tengah dalam penyelidikan pihak kepolisian.
Berdasarkan rekaman video yang beredar, sejumlah warga mendatangi rumah yang juga digunakan sebagai tempat kegiatan mengaji. Dalam kejadian tersebut, beberapa bagian bangunan dan barang di dalam rumah mengalami kerusakan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salah satu keluarga korban, Ali mengatakan dugaan kasus ini terungkap setelah adiknya menunjukkan perubahan perilaku dan enggan kembali mengikuti kegiatan mengaji. Setelah dilakukan komunikasi, korban kemudian menyampaikan dugaan peristiwa yang dialaminya.
"Korbannya bukan hanya adik saya, ada korban lain sekitar 8 orang, rata-rata usia 14 sampai 15 tahun," ujar Ali, Senin (27/4).
Seorang korban juga mengaku pernah mengalami dugaan pelecehan oleh guru ngaji tersebut pada tahun 2021. Modusnya, terduga pelaku mengiming-imingi korban dengan dalih ritual pembersihan jin yang ada di dalam tubuh.
"Bahkan keponakannya sendiri digituin. Waktu itu saya enggak bilang ke teman-teman lain karena saya enggak punya bukti, takut dituduh bohong," jelasnya.
Kapolresta Tangerang, Indra Waspada mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan tindakan di luar hukum, serta menyerahkan penanganan kasus kepada pihak kepolisian.
Ia menambahkan, saat ini kasus tersebut masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut oleh pihak kepolisian.
"Maka perlu adanya juga kewaspadaan kita sebagai orang tua. Memastikan apabila ada kecenderungan kebiasaan-kebiasaan yang berbeda dengan anak kita, kita harus tanyakan, pastikan," imbaunya.
(dod/dal)
Add
as a preferred source on Google

1 hour ago
1

















































