Digempur AS-Israel, Akses Internet Iran Sudah Lumpuh 24 Jam

1 hour ago 2

Jakarta, CNN Indonesia --

Akses internet di Iran dilaporkan sudah lumpuh total selama 24 jam sejak diserang Amerika Serikat dan Israel pada Sabtu (28/2). Kondisi ini terjadi tak lama setelah militer AS dan Israel melancarkan gempuran udara ke wilayah Iran.

Menurut kelompok pemantau internet NetBlocks pemadaman internet secara nasional di Iran telah melampaui batas 24 jam, Mereka menyebut konektivitas nasional turun drastis menjadi 1 persen dari tingkat normal.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tindakan ini membatasi partisipasi warga pada momen krusial bagi masa depan negara setelah pembunuhan Ayatollah Khamenei dalam serangan udara AS dan Israel," kata NetBlocks dalam keterangannya di X, melansir Al Jazeera, Minggu (1/3).

Sebelumnya, Angkatan Udara Israel mengaku menjatuhkan lebih dari 1.200 bom di Iran dalam serangan gabungan dengan Amerika Serikat selama 24 jam terakhir. Ratusan orang tewas dalam serangan tersebut.

Di antara lokasi yang diserang di Iran adalah sekolah dasar perempuan di Minab, sebuah kota di Provinsi Hormozgan, Iran selatan, di mana setidaknya 148 orang dilaporkan tewas dan puluhan lainnya luka-luka.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan puluhan anak-anak tak berdosa" dibunuh dalam serangan terhadap sekolah tersebut.

"Bangunan yang hancur tersebut adalah sekolah dasar untuk perempuan di selatan Iran. Bangunan itu dibom pada siang bolong, saat dipenuhi dengan murid-murid muda," kata Abbas dalam sebuah cuitan di X, Sabtu (28/1).

"Puluhan anak tak berdosa telah dibunuh di lokasi ini saja. Kejahatan terhadap rakyat Iran ini tidak akan dibiarkan begitu saja," lanjut dia.

Amerika Serikat (AS) dan Israel menggempur habis-habisan Iran pada Sabtu (28/2) usai negosiasi nuklir gagal mencapai kesepakatan.

Organisasi kemanusiaan Bulan Sabit Merah Iran melaporkan serangan kedua negara itu menyasar 20 dari 31 provinsi di Iran.

Imbas serangan tersebut, Menteri Pertahanan Iran Amir Hatami dan Komandan Angkatan Bersenjata Korps Iran (IRGC) Mohammed Pakpour juga tewas.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden Amerika Serikat Trump meyakini pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei ikut tewas dalam serangan mereka.

"Ali Khamenei sudah tewas. Ini adalah peluang tunggal terbesar bagi rakyat Iran untuk merebut kembali negara mereka," kata Presiden AS Donald Trump, dikutip Reuters.

(dmi/dmi)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |