Dirumorkan Tewas, Netanyahu Pamer Lagi Ngopi dan Tunjuk 5 Jari

9 hours ago 1

Jakarta, CNN Indonesia --

Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu buka suara setelah beredar rumor dirinya meninggal terkena serangan Iran.

Dalam sebuah video yang diunggah di akun media sosial X-nya, Netanyahu menepis rumor itu dengan memperlihatkan dirinya yang baik-baik saja. Video berdurasi 1 menit tersebut menunjukkan sang PM sedang santai membeli kopi di sebuah kedai.

"Saya ngidam kopi," ucap Netanyahu dalam bahasa Ibrani.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam video itu, Netanyahu bahkan bertanya apakah ia perlu menunjukkan jumlah jemarinya supaya tak disangka rekayasa kecerdasan buatan (AI).

"Apa kalian ingin menghitung jumlah jari saya?" ucapnya, sambil tersenyum dan menunjukkan lima jari di masing-masing tangannya.

"Cheers!" ujar Netanyahu kemudian sembari mengangkat gelas kopinya.

[Gambas:Twitter]

Lini masa media sosial belakangan ramai membicarakan rumor Netanyahu tewas terkena serangan Iran. Foto-foto Netanyahu terluka dalam sebuah serangan beredar luas di jagat maya.

Meski begitu, foto-foto tersebut diduga hasil rekayasa kecerdasan buatan.

Spekulasi kematian Netanyahu juga terus menguat setelah video pernyataan publik terbaru sang PM tampak seperti hasil rekayasa AI. Dalam video berlatar biru yang diunggah pada 13 Maret, salah satu tangan Netanyahu terlihat memiliki enam jari.

Sejumlah netizen pun percaya pidato publik tersebut hasil produksi AI.

Pemerintah Israel sudah beberapa kali membantah rumor tersebut kepada media. Namun, rumor kematian sang PM terus menggema di tengah perang panas Amerika Serikat-Israel vs Iran.

Mengenai perang ini, Netanyahu dalam video juga mengindikasikan bahwa Israel sejauh ini aman dari marabahaya. Ia membolehkan warga keluar dari shelter untuk menikmati udara, sambil berpesan agar tak pergi terlalu jauh demi menghindari risiko.

"Kami sedang melakukan hal-hal yang belum bisa saya bagikan saat ini, tapi kami menyerang Iran dengan sangat keras, dan juga Lebanon," ucapnya.

Perang AS-Israel vs Iran telah memasuki pekan ketiga sejak pecah pada 28 Februari. Perang itu telah meluas ke negara-negara Arab hingga ribuan orang meninggal dunia.

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) pada Minggu (15/3) bersumpah akan memburu Netanyahu selama ia masih hidup. Ini untuk membalas kematian Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dalam serangan di Teheran pada 28 Februari.

(blq/dna)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |