REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan distribusi yang terkendali menjaga stabilitas harga pangan nasional meski terjadi kenaikan harga BBM nonsubsidi. Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa, menyampaikan hal tersebut pada awal pekan ini.
Ketut menilai kelancaran distribusi menjadi faktor kunci dalam meredam dampak kenaikan biaya energi terhadap harga pangan. Selama tarif angkutan tidak mengalami penyesuaian, tekanan harga di tingkat konsumen dapat ditekan.
“Kami sudah rapat dengan asosiasi pengelola truk se-Indonesia. Sepanjang BBM bersubsidi tidak dinaikkan, tidak ada kenaikan tarif angkutan. Jika biaya distribusi tidak berubah, harga pangan relatif masih aman,” ujarnya di Jakarta, dikutip Rabu (22/4/2026).
Stabilitas tersebut tercermin pada pergerakan harga sejumlah komoditas pangan yang cenderung terkendali tanpa lonjakan signifikan. Data Panel Harga Pangan Bapanas menunjukkan perbandingan periode 19 Februari–20 Maret 2026 dengan 21 Maret–18 April 2026 masih dalam rentang yang terjaga.
Beras medium tercatat turun tipis dari Rp 13.383 per kilogram menjadi Rp 13.379 per kilogram. Beras SPHP berada di kisaran Rp 12.442–Rp 12.444 per kilogram. Bawang putih turun dari Rp 38.634 menjadi Rp 38.310 per kilogram, sedangkan cabai merah keriting bergerak dari Rp 44.220 menjadi Rp 43.281 per kilogram.
Sejumlah komoditas lain mengalami fluktuasi terbatas. Telur ayam ras naik tipis dari Rp 31.561 menjadi Rp 31.648 per kilogram, sementara gula konsumsi bergerak dari Rp 18.317 menjadi Rp 18.618 per kilogram. Pergerakan tersebut masih dalam koridor stabilitas.
Perhatian masih tertuju pada cabai rawit merah yang berada di kisaran Rp 75.726 per kilogram atau sekitar 32 persen di atas harga acuan pemerintah. Meski demikian, tren harga mulai menunjukkan penurunan dalam beberapa waktu terakhir.
Ketut menjelaskan kenaikan harga cabai rawit merah dipicu faktor cuaca yang menghambat panen sehingga memengaruhi pasokan di pasar. “Pada awalnya, harga cabai rawit merah sempat tinggi karena faktor cuaca. Saat Ramadhan justru hujan, petani tidak bisa memetik cabai meskipun stok tersedia. Sekarang harganya masih di kisaran Rp 70 ribuan dan trennya menurun,” jelasnya.
Pemerintah terus menjaga keseimbangan pasokan untuk menopang stabilitas harga. Intervensi dilakukan melalui operasi pasar, bantuan pangan, serta penguatan distribusi oleh BUMN pangan.
Kepala Badan Pangan Nasional, Andi Amran Sulaiman, menegaskan stabilitas harga pangan merupakan mandat yang harus dijaga di tengah dinamika global dan tekanan biaya energi.
“Kestabilan harga pangan pokok merupakan perintah Presiden. Dalam kondisi geopolitik memanas, pelaku usaha tidak boleh mengambil keuntungan berlebihan,” tegas Amran.
Pemerintah telah memanggil para importir untuk memastikan tidak terjadi lonjakan harga yang tidak wajar. Evaluasi disiapkan bagi pihak yang melanggar ketentuan.

3 hours ago
6

















































