Diteror Penguntit, Sabrina Carpenter Minta Perlindungan Polisi

3 hours ago 1

Penyanyi Sabrina Carpenter. Dia mengajukan permohonan perlindungan terhadap seorang pria yang disebut berbahaya karena telah menguntitnya selama lebih satu bulan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Penyanyi Sabrina Carpenter mengajukan permohonan perlindungan terhadap seorang pria yang disebut berbahaya karena telah menguntitnya selama lebih satu bulan. Berkas permohonan perlindungan ini resmi diajukan ke pengadilan Los Angeles pada Jumat (29/5/2026).

Dalam berkas itu disebutkan bahwa upaya kontak langsung pertama pria itu terjadi pada 23 Mei, ketika ia diduga datang ke depan pintu rumah Carpenter setelah memasuki properti tetangga terlebih dahulu untuk menghindari dan menembus pagar keamanan yang melindungi kediamannya. "Tindakan pria itu sudah jelas dilakukan dengan sengaja, terencana, dan agresif, sekaligus mengkhawatirkan. Pria itu juga diduga secara aktif mencoba memaksa masuk ke dalam rumah saya tanpa izin, atau persetujuan apa pun," kata Sabrina dalam dokumen pengajuan dilansir laman USA Today, Selasa (2/6/2026).

Penyanyi "Manchild" tersebut mengatakan dalam dokumen pengadilan bahwa pria penguntit mengeklaim secara tidak benar bahwa mengenal dirinya secara pribadi dan sedang ditunggu di rumah tersebut. la terus bertahan hingga akhirnya Polisi Los Angeles (LAPD) datang ke lokasi dan melakukan penangkapan.

Setelah insiden itu, pria tersebut dilaporkan tidak benar-benar menjauh. la diduga berdiam di sekitar area rumah Carpenter selama sekitar dua jam di dalam mobilnya, sambil mengamati dan menunggu.

"Tim keamanan saya kemudian mendetesi keberadaannya ketika pria itu kembali mendekati jalan masuk rumah, yang dinilai sebagai bentuk pengawasan lanjutan dan pelecehan, sebelum akhirnya ia pergi," kata Carpenter dalam laporannya.

Upaya pengutitan embali tejadi pada 25 Mei, Mei, ketika pria tersebut kembali mendatangi rumah Carpenter untuk ketiga kalinya dalam tiga hari berturut-turut. LAPD kembali dipanggil ke lokasi untuk merespons kejadian tersebut.

"Pria itu berperilaku dengan pola eskalasi yang jelas dan berbahaya, karena ia secara agresif semakin mendekat ke rumah saya, yang akhirnya berujung pada pelanggaran masuk tanpa izin," kata Carpenter.

Dalam dokumen pengadilan, Carpenter menyatakan bahwa tindakan tersebut telah menyebabkan ketakutan yang signifikan dan berkelanjutan terhadap keselamatan dirinya serta orang-orang yang tinggal bersamanya. la juga mengajukan perlindungan untuk adiknya, Sarah, karena mereka juga tinggal di rumah yang sama dan terdampak langsung oleh kejadian tersebut.

"Aksi penguntitan ini membuat saya ketakutan yang berkelanjutan akan keselamatan pribadi saya dan keselamatan semua orang yang tinggal di rumah saya," kata dia.

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |