Dosennya Lecehkan Mahasiswi, Warek UIN Walisongo: Kami Bonyok dan Benjut oleh Pemberitaan

5 hours ago 4

Mahasiwa UIN Walisongo Semarang menggelar dialog publik dan mimbar bebas untuk membahas kasus kekerasan seksual di kampus tersebut, Senin (11/5/2026). Dalam acara itu, mereka turut mengundang Wakil Rektor III UIN Walisongo Semarang Umul Baroroh dan Kepala Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) UIN Walisongo Semarang Kurnia Muhajarah.

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Wakil Rektor III Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang  Umul Baroroh, buka suara terkait pemberitaan luas kasus dugaan pelecehan seksual yang dilakukan seorang dosen terhadap mahasiswi di kampusnya. Menurutnya, hal itu telah mencoreng citra UIN Walisongo.

"Saat ini kita sudah bopeng, UIN itu sudah bopeng, sudah enggak karu-karuan, sudah benjut ke mana-mana. Tidak pada korban, tapi kita sudah benjut semua ini, bonyok semua dengan adanya pemberitaan itu," kata Umul ketika menghadiri dialog publik dan mimbar bebas yang digelar mahasiswa UIN Walisongo untuk membahas kasus kekerasan seksual di kampus tersebut, Senin (11/5/2026). 

Dia menambahkan, kasus dugaan pelecehan seksual oleh dosen yang saat ini menyeret UIN Walisongo bukan hal yang diinginkan semua pihak. "Ini bukan persoalan yang kita inginkan bersama. Kita tidak menginginkannya, kita membencinya, kita tidak suka itu," ucapnya. 

"Oleh karena itu, respons kami tentu tidak diam saja, tapi bagaimana kemudian melakukan investigasi, bertindak, dan tentu saja semuanya harus dengan hati-hati," tambah Umul. 

Dia menjelaskan, saat ini telah ada Permendikbudristek yang mengatur soal pencegahan dan penanganan kasus kekerasan di lingkungan pendidikan. Peraturan tersebut tak hanya mengatur soal pelecehan atau kekerasan seksual, tapi juga praktik perundungan. 

"Ketika itu sudah kejadian, misalnya, tentu saja, kalau terbukti, akan dikenakan sanksi-sanksi sesuai peraturan yang berlaku," kata Umul.

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |